Selasa, 28 Juli 2009 19:18 WIB Boyolali Share :

Cabuli gadis di bawah umur, warga Boyolali Kota ditahan

Boyolali (Espos)–Salah satu warga Dukuh Manggis, Desa Winong, Kecamatan Boyolali Kota, Andriyanto, 20, diduga telah melarikan dan mencabuli FS, 14, seorang gadis di bawah umur. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pemuda pengangguran itu kini ditahan di Polres Boyolali.

Informasi <I>Espos<I> di Polres menyebutkan, kasus melarikan gadis di bawah umur disertai pencabulan itu terjadi pada 21 Juli, terjadi setelah korban pulang sekolah. Saat itu korban dijemput tersangka di sebuah persimpangan jalan di daerah Surowedanan, Boyolali Kota selanjutnya diajak pergi mengendarai sepeda motor.

Menurut tersangka, pertemuan antara dirinya dengan FS merupakan atas permintaan korban. ”Ia (FS-<I>red<I>) hubungi saya katanya mau mencurahkan perasaan atas permasalahan keluarga yang dihadapi,” katanya, di hadapan petugas, Selasa (28/7).

Masih menurut tersangka, korban menolak pulang ke rumah, setelah tuntas menyampaikan permasalahan yang dihadapi. Akhirnya FS diinapkan di rumah tersangka.

Korban menginap di rumah tersangka selama dua hari dua malam. Berdasarkan pengakuan tersangka, pada malam kedua itu ia merenggut keperawanan FS. Keberadaan korban baru diketahui setelah orangtua korban mencari puterinya yang sudah dua hari tidak pulang.

Berdasarkan informasi seorang teman orangtua korban, pihak keluarga menemukan FS di rumah tersangka. Korban kemudian dibawa pulang. Setelah sampai di rumah, korban mengaku jika telah disetubuhi tersangka.

Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho, melalui Kasatreskrim AKP Asnanto, mengatakan tersangka ditangkap setelah diduga melakukan tindak pencabulan terhadap korban yang masih duduk di bangku kelas VIII sebuah SMP.

Tersangka bakal dijerat Pasal 290 KUHP dan UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindngan Anak dengan ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara.
dwa

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…