Senin, 27 Juli 2009 19:01 WIB Solo Share :

Masa pancaroba panjang, kasus ISPA meningkat

Solo (Espos)–Masa pancaroba berkepanjangan, penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan meningkat, sementara kasus demam berdarah dengue (DBD) mulai mengalami penurunan.

“Dari kunjungan harian ke Puskesmas, kasus ISPA memang cukup mendominasi. Dari seluruh kunjungan per hari, jumlah penderita dengan kasus ISPA mencapai 50%,” ujar dr Aji Danarto, Koordinator Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Puskesmas Purwosari saat ditemui <I>Espos<I> di sela-sela kegiatan sosialisasi penyebaran virus H1N1 di Aula Kantor Kacamatan Laweyan, Senin (27/7).

Sementara itu, selam bulan Juli diketahui peningkatan kasus ISPA di Puskesmas Purwosari naik hingga 10%. Masa pancaroba yang cukup panjang, tengarai menjadi salah satu penyebab utama peningkatan kasus ISPA selama beberapa bulan terakhir.

“Perbedaan suhu antara siang dan malam cukup ekstrem, itulah yang menyebabkan tubuh menjadi rentan terhadap ISPA,” tambah Aji. Peningkatan jumlah pasien ISPA, juga terjadi Puskemas lainnya di Kecamatan Laweyan. Di Puskesmas Induk Penumping, jumlah pasien ISPA selama dua bulan terakhir diakui mengalami peningkatan. “Tetapi jumlah kenaikannya tidak terlalu signifikan,” ujar Kepala Puskesmas Induk Penumping, dr. Yulianti Subagio.

Dibagian lain, kasus DBD mulai turun, berdasar data Puskesmas Purwosari,  sejak Januari hingga Juli, tercatat hanya 11 kasus di Kelurahan Purwosari, tiga kasus diantaranya terjadi di awal Juli. Sementara di Kelurahan Jajar ada lima kasus. “Sampai sekarang, kami belum menerima tambahan kasus DBD lain,” tambah dia.

Terkait dengan kewaspadaan penyebaran virus H1N1 di Solo, baik Adi maupun Yulianti mengaku tidak terlalu khawatir. Pasalnya, selain lantaran persiapan antisipasi yang cukup, kawasan Solo juga tidak masuk kategori rawan terhadap penyebaran virus baru ini.

ewy

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…