Senin, 27 Juli 2009 20:26 WIB Boyolali Share :

Cermin cembung di jalur Cepogo-Selo raib

Boyolali (Espos)–Sedikitnya empat cermin cembung, sarana lalu lintas di ruas jalur Cepogo-Selo, tepatnya di tikungan tajam daerah Irung Petruk, raib. Saat ini yang tersisa hanya rangka.

Keberadaan cermin cembung sangat penting bagi pengguna jalan. Cermin cembung memudahkan pengguna jalan mengetahui posisi kendaraan yang melaju dari arah berlawanan ketika akan melewati tikungan tajam. Sehingga, raibnya cermin cembung berpotensi menimbulkan kecelakaan di jalan provinsi penghubung Boyolali-Magelang itu.

Salah satu warga Desa Samiran, Selo, Sukamto, 47, mengatakan cermin cembung sudah raib sekitar enam bulan silam. “Kemungkinan cermin hilang karena dicuri,” katanya, akhir pekan lalu.

Meski ia menduga raibnya cermin karena dicuri, Sukamto, menampik jika dilakukan penduduk sekitar. Ia menyebutkan, sejauh ini belum terjadi kecelakaan lalu lintas di tikungan Irung Petruk, kendati demikian, raibnya cermin cembung berpotensi menimbulkan kecelakaan terutama bagi para pengendara dari luar kota yang tidak mengenal medan.

Senada dikatakan warga Kampung Gebyok, Selo, Joko Lestari, 23. Ia menduga cermin cembung raib setelah dicuri orang dari luar daerah.
Sementara itu, salah seorang pedagang makanan dan minuman ringan di tikungan Irung Petruk, Saminah, 45, mengatakan raibnya cermin-cermin cembung itu karena dirusak pemabuk.

“Ketika malam hari banyak pemabuk melintas di sini (Irung Petruk-<I>red<I>),” katanya. Tak hanya melintas, ia menambahkan, para pemabuk dari luar daerah itu melempari cermin-cermin cembung yang berada di empat tikungan tajam.

Masih menurut Saminah, sebagai upaya pengamanan, petugas kepolisian setempat juga telah melakukan patroli malam hari ke lokasi. Pengamatan <I>Espos<I>, tidak berfungsinya cermin cembung menuntut para pengendara dari luar kota yang melintas di jalur Cepogo-Selo untuk lebih waspada mengemudikan kendaraan. Sebab jika ceroboh, tidak tertutup kemungkinan terjadi kecelakaan.
dwa

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…