Senin, 27 Juli 2009 16:02 WIB News Share :

Ahmadi terus menghindar dari wartawan

Cilacap–Ahmadi yang dipulangkan oleh Densus 88 ke kampung halamannya di Desa Sikanco, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, Jawa Tengah, pada Minggu pagi (26/7) hingga kini terus menghindar dari para wartawan.

Dari pantauan di Desa Sikanco, Senin (27/7), saat mengetahui adanya wartawan, Ahmadi yang mengenakan kaos warna ungu ini buru-buru meninggalkan Masjid Baitul Mu’minin seusai melaksanakan salat Zuhur.

Wartawan pun segera mengejar Ahmadi untuk dikonfirmasi mengenai keadaannya selama dalam pemeriksaan Densus 88.

Akan tetapi, dia justru menceramahi wartawan yang mengejarnya. Dia menceritakan tentang berbagai masalah keagamaan.

Selain itu, dia juga meminta wartawan untuk tidak membuat fitnah melalui pemberitaan. Setelah selesai, dia segera meninggalkan halaman masjid tanpa memberi kesempatan kepada wartawan untuk bertanya.

Sementara itu, Takmir Masjid Baitul Mu’minin Hasan Turmudi mengatakan, Ahmadi di masjid tersebut merupakan salah satu muadzin (pengumandan azan-red).

“Biasanya di bulan Ramadan, dia kami tugaskan untuk mengisi pengajian bagi anak-anak,” katanya.

Menurut dia, tidak mungkin Ahmadi terlibat dalam jaringan teroris karena orang yang biasa dipanggil dengan nama “Ahmad Jenggot” ini bekerja di kandang ayam milik mertuanya.

Ahmadi pada Rabu (22/7) menyerahkan diri dan menyatakan siap memberi keterangan kepada Polda Jateng dan Densus 88 terkait tudingan yang menyatakan bahwa ia terlibat dalam aksi terorisme.

Setelah menjalani pemeriksaan dan terbukti tidak terlibat dalam jaringan terorisme, Ahmadi dipulangkan Densus 88 pada Minggu pagi (26/7).
Ant/tya

lowongan pekerjaan
NUSANTARA SAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….