Senin, 27 Juli 2009 12:17 WIB Tokoh Share :

Afrizal Malna pantau teater

27afrizal-malna

Afrizal Malna

Sejak 1983 hingga 1993, penyair Afrizal Malna cukup banyak menulis skenario pertunjukan Teater Sae. Hingga kini, ia masih disibukkan untuk mengisi berbagai diskusi dan workshop teater di berbagai kota di Indonesia. Saat dijumpai Espos, Minggu (26/7), di Wisma Seni Taman Budaya Surakarta, lelaki itu menganggap perkembangan teater saat ini semakin terdesak dengan ”teater publik”.

”Teater publik yang saya maksud, di mana media massa, terutama media televisi sering menyuguhkan berita dan realita yang semakin kompleks. Bahkan tragedi yang muncul akhir-akhir ini, seperti peledakan bom, tak ubahnya seperti panggung teater, dan kejadian itu benar riil,” jelas penulis Lubang dari Separuh Langit itu di sela-sela Workshop Teater Monolog TBS.

Arizal pun mulai mempertanyakan posisi dunia teater di tengah-tengah perkembangan era informasi dan teknologi yang semakin pesat ini.  hkt

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…