Minggu, 26 Juli 2009 20:04 WIB Karanganyar Share :

Polisi sebar foto Noordin M Top

Karanganyar (Espos)–Kepolisian sektor (Polsek) Tawangmangu bersama jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Tawangmangu menyebar foto Noordin M Top di sejumlah titik di wilayah Tawangmangu, Minggu (26/7).

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut pertemuan seluruh Kades/Lurah se-Soloraya, Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng dan Gubernur Jateng, beberapa waktu lalu di Solo. Sejumlah titik seperti Pasar Wisata Tawangmangu, Terminal Tawangmangu, kawasan Pringgandani dan lokasi-lokasi strategis lain di Tawangmangu, dipasang foto gembong teroris yang selama ini diduga sebagai otak teror bom.

Kapolres Karanganyar, AKBP Sri Handayani melalui Kapolsek Tawangmangu, AKP Soewardi meminta kepada masyarakat Tawangmangu untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan wilayah. “Termasuk membantu aparat kepolisian menemukan salah seorang yang diduga sebagai otak aksi teror di Indonesia,” tutur Soewardi didampingi Camat Tawangmangu, Yopi Eko Jati Wibowo kepada wartawan, kemarin.

Wilayah Tawangmangu, lanjutnya adalah kawasan perlintasan yang menghubungkan Provinsi Jateng dan Jatim. Sehingga, kawasan tersebut menjadi salah satu prioritas pengamanan di wilayah Karanganyar.

Termasuk, munculnya isu bahwa di kawasan Tawangmangu beberapa waktu terakhir digunakan sebagai tempat pertemuan tertutup dari kelompok-kelompok yang sebelumnya diduga terkait dengan jaringan teror. Kapolsek sendiri, mengaku mendengar adanya isu tersebut. “Tetapi setelah kami tindaklanjuti, kami tidak menemukan apa-apa.”

Pihaknya kembali menegaskan agar masyarakat Tawangmangu berhati-hati kepada warga pendatang, baik itu kost maupun kontrak. “Kami sudah minta kepada seluruh jajaran di tingkat RT/RW untuk mendata dan meneliti kembali.Warga pendatang inilah, lanjutnya, yang harus lebih diantisipasi”.

haw

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…