Minggu, 26 Juli 2009 19:47 WIB Sukoharjo Share :

Dana kompensasi SUTET dipotong 40%, warga protes

Sukoharjo (Espos)–Sejumlah penerima kompensasi saluran udara tegangan ekstratinggi (SUTET) di Desa Transan, Gatak mempertanyakan potongan senilai sekitar 40% yang dipungut oleh oknum tertentu pada saat pencairan uang kompensasi, pekan lalu.

Saat ditemui <I>Espos<I> di Desa Transan, Minggu (26/7), beberapa penerima kompensasi SUTET mengaku <I>nggundel<I> karena potongan dinilai terlalu besar dan tak jelas peruntukkannya. “Saat saya tanyakan, katanya (dipotong) untuk biaya pengurusan pencairan kompensasi. Tapi kok sampai 40% itu kan tidak wajar,” papar Suparno, 48, penerima kompensasi asal Kramat, Transan. 

Menurut dia, pada saat mengambil uang kompensasi di Balaidesa Transan, Kamis (23/7) lalu, awalnya ia menerima uang Rp 967.500 sebagai ganti rugi atas dua bidang tanah miliknya di Jamur, Transan yang dilewati SUTET. Namun uang itu kemudian dipotong Rp 387.500 sehingga ia hanya membawa pulang Rp 580.000.

Saat ditanya pihak mana yang melakukan pemotongan, Suparno mengaku tak tahu pasti. “Orangnya saya tidak kenal. Di meja pertama saya menerima kompensasi utuh dari petugas berseragam Kantor Pos. Setelah itu saya diminta geser ke meja kedua dan di situ lah uangnya dipotong 40% di depan saya,” bebernya.

Ditemui terpisah, Minten, penerima kompensasi SUTET warga Jamur, Transan juga membenarkan adanya potongan 40%. Dijelaskan dia, dari nilai awal kompensasi sekitar Rp 9 juta, ia hanya bisa membawa pulang Rp 5 juta. “Alasannya dipotong untuk biaya mengurus pencairan kompensasi,” jelasnya.

Kepala Kantor Pos Sukoharjo, S Tjatur saat dikonfiramsi <I>Espos<I> soal potongan tersebut mengaku pihaknya tak tahu menahu. “Seperti halnya pencairan bantuan langsung tunai (BLT), kami hanya bertugas membayarkan kompensasi SUTET sesuai nilai yang ditentukan pihak pemberi kompensasi, dalam hal ini PT PLN,” jelasnya via telepon.

rei

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…