Sabtu, 25 Juli 2009 16:38 WIB News Share :

Single identity number diuji coba di 4 kota

Jakarta–Pemberlakukan Single Identity Number (SIN) diuji coba di Jakarta, Yogyakarta, Denpasar dan Padang. SIN ditargetkan akan diberlakukan mulai tahun 2010.

“Tahun ini, dipilih 4 kota. Selain uji coba teknis, juga karena anggarannya tidak mencukupi. Kita baru selesai secara nasional tahun 2010,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo usai penutupan Jakarta Media Crisis Center (JMCC) di Bellagio Mall, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/7).

Pria yang akrab disapa Foke ini menjelaskan SIN bukan hanya berlaku bagi warga yang berusia 17 tahun dan memiliki KTP. Tetapi, setiap warga negara Indonesia yang lahir di Indonesia punya hak kewarganegaraan akan mendapatkan nomor tertentu.

“Nomor itu akan melekat di dirinya selama hayat di kandung badan dan berakhir ketika meninggal. Ini artinya, banyak sekali hal yang bisa kita buat efisien. nggak mungkin ada KTP ganda karena nomor cuma 1 untuk setiap individu yang lahir,” ujar pria berkumis ini.

DPT

Lebih lanjut, Foke mengatakan, dengan diberlakukan SIN maka KPU tidak perlu ribut lagi menyusun DPT karena itu sudah bukti valid dan keabsahan seseorang bagi warga negara untuk memilih.

“Tinggal kesiapan teknis umur dan lainnya yang memungkinkan dia dipilih atau memilih,” kata Foke.

SIN, lanjut dia, akan menyinkronkan dengan NPWP dan Social Security Number untuk asuransi kesehatan.

“Buat yang miskin, kita nggak perlu lagi bikin daftar miskin. Untuk rakin, obat gratis dan untuk pendidikan nomor itu melekat di akte kelahiran maka secara otomatis dapat menggunakan nomor itu saat masuk SD, SMP, SMA dan seterusnya,” papar dia.

dtc/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…