Sabtu, 25 Juli 2009 19:52 WIB Klaten Share :

Maruto sudah lama tak terlihat di kampungnya

Klaten (Espos)–Beberapa warga di RT 19 RW 9 Dusun Pakisan, Desa Pakisan Kecamatan Cawas mengaku sudah lama tak melihat Maruto di kampung tersebut. Maruto sendiri merupakan lelaki yang diduga sebagai bagian dari jaringan Noordin M Top.

Kepala Dusun (Kadus) II yang di dalamnya membawahi wilayah Dusun Pakisan, Joko Sulistiyo mengatakan Maruto sudah lama meninggalkan kediaman orangtuanya di dusun tersebut.

“Bagaimanapun, Maruto memang asli kelahiran sini (Pakisan-<I>red<I>) dan dia bagian dari warga kami. Saya berharap kalau dia benar-benar bersalah supaya menyerahkan diri daripada menjadi buronan yang selalu dikejar-kejar,” kata Joko saat ditemui <I>Espos<I>, Sabtu (25/7), di kediamannya.
Joko menambahkan, Maruto anak keempat dari lima bersaudara itu sebenarnya dikenal sebagai sosok yang santun, rajin, baik dan patuh kepada orangtua. Dia mengemukakan sejak kasus Bom Bali 2 tahun 2005, Maruto tidak pernah muncul lagi di kampungnya.

Pernyataan senada disampaikan tiga tetangga Maruto lainnya, Sumo Sarimin, 60, Sumardi, 53 dan Tarno Tugiyo, 64. Mereka mengaku tidak tahu keberadaan Maruto saat ini.
Baik Sumo, Sumardi dan Tarno menuturkan, Maruto tidak pernah terlihat lagi sejak menikah beberapa tahun lalu.

Sumardi mengemukakan, Maruto dikenal sebagai kiper sewaktu bujangan. Dijelaskan dia, sosok Maruto belum pernah terlihat lagi setelah menikah. Sebelum menikah, imbuhnya, Maruto pernah kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta ternama di Semarang dengan mengambil Fakultas Kedokteran.

nad

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…