Sabtu, 25 Juli 2009 16:19 WIB News Share :

Lulus cumlaude, Hendropriyono langsung hormat kepada guru besar

Yogyakarta–Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono menempuh ujian terbuka promosi doktor ilmu filsafat di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Hendro dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude.

Dia pun langsung memberikan hormat dan membungkukkan badannya kepada para guru besar yang mengujinya.

Ujian terbuka akan digelar di Sekolah Pascasarjana UGM lantai V di Jl Teknika Utara, Sabtu (25/7/2009). Disertasi Hendro berjudul “Terorisme Dalam kajian Filsafat Analitika : Relevansinya Dengan Ketahanan Nasional.”
Ujian terbuka akan dipimpin Dekan Fakultas Filsafat, Dr Muhtasyar Syamsudin dengan promotor Prof Dr kaelan dan dua ko-promotor Prof Dr Djoko Suryo dan Prof Dr Lasiyo. Sedang tim penguji di antaranya Prof Dr Syafii Maarif, Prof Dr Syamsul Hadi dan Prof Dr Kunto Wibisono.

Ujian juga dihadiri oleh mantan Ketua Umum Partai Golkar, Dr Akbar Tandjung, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, mantan Gubernur DKI Sutiyoso, Ketua DPD RI Ginandjar Kartasasmita, mantan ketua KPK Taufiqurahman Ruki, mantan anggota JI Nasir Abbas dan Muchdi PR.

Ujian terbuka yang berlangsung selama 90 menit itu, Hendro tampak tidak tegang. Semua pertanyaan yang diajukan oleh tim penguji dijawab dengan runut dan lancar. Bahkan beberapa penjelasannya sempat mengundang decak kagum yang langsung disambut dengan tepuk tangan hadirin.

Dalam disertasinya Hendro mengatakan perbuatan terorisme muncul dari pikiran manusia. Terorisme itu subyeknya manusia. Sedang obyeknya juga manusia. Terorisme itu berangkat dari pemikiran manusia yang bisa didekati dengan disiplin ilmu filsafat.

Terorise dalam sejarahnya itu tidak pernah konsisten. “Selalu berubah, seorang teroris bisa berubah menjadi pahlawan dan seorang pahlawan juga bisa berubah jadi teroris,” kata Hendro.

Saat promotor Prof Dr Kaelan mengumumkan hasil ujian terbuka Hendro dengan predikat cumlaude, Hendro langsung tersenyum sambil membungkukkan badan sebagai tanda rasa hormat pada semua guru besar. Dia kemudian menerima ijazah tanda lulus ujian doktor.

Setelah itu dia memberikan salam hormat dengan menempelkan tangan kanannya di kepala. Sebagai ungkapan rasa bangga, dia kemudian membalikkan badan ke arah tamu undangan sambil mengangkat ijazahnya.

Promotor Prof Kaelan dalam pesannya mengatakan Hendro masuk pertama kali disambut dengan bom Bali II. Saat mau lulus disambut bom JW Marriot jilid II. “Saya tidak tahu apa ini tantangan atau analisa saudara jadi terbukti,” ungkap
dia.
dtc/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…