Sabtu, 25 Juli 2009 16:52 WIB News Share :

Din sampaikan selamat pada Yudhoyono

Jakarta–Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono yang berhasil menang dalam  Pemilu Presiden 2009 dengan peraihan suara 60,8 persen.

“Saya selaku pimpinan pusat Muhammadiyah mengucapkan selamat kepada pasangan SBY-Boediono, yang untuk sementara, berdasarkan keputusan KPU berhasil meraih suara terbanyak,” kata Din kepada para wartawan di kantor pusat dakwah PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Sabtu.

Menurut Din, ia dan jajarannya baru akan menyampaikan ucapan selamat secara resmi jika nantinya proses penetapan tersebut sudah melalui tahapan di Mahkamah Konstitusi. “Kita masih menunggu dua tahapan lagi. Yakni rencana gugatan persengketaan pilpres dan penetapan presiden secara definitif,” ujarnya.

Din juga meminta kepada semua elemen masyarakat agar bisa menerima hasil pilpres dengan keikhlasan. Kalaupun ada ketidaksetujuan, hendaknya itu dilakukan melalui jalur yang sesuai dengan konstitusi.

Ia mengapresiasi kinerja KPU yang sudah menyelenggarakan pilpres dengan tertib dan damai. “Kinerja KPU kita hargai sebagai sebuah hasil yang maksimal. Meski tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangannya terkait polemik DPT,” ujarnya.

Menurut Din, penyelenggaraan pemilu dan segala polemik yang menyertainya merupakan sebuah proses pembelajaran dalam berdemokrasi.

Dari hasil rekapitulasi penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum , Kamis lalu, SBY-Boediono meraih 73.874.562 suara (60,80 persen), Mega-Prabowo 32.548.105 (26,79 persen), dan JK-Wiranto 15.081.814 suara (12,41 persen).

 

Ant/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…