Kamis, 23 Juli 2009 15:36 WIB News Share :

TPM terima surat dari Densus 88 soal Arina

Jakarta–Tim Pembela Muslim (TPM) yang kini menjadi pengacara Arina sudah mendapat konfirmasi bahwa Arina dan ibunya, Rahayu Dwi Astuti, ada di tangan polisi. Namun hingga saat ini, TPM belum mengetahui pasti di mana keberadaan perempuan yang disebut-sebut istri Noordin M Top itu.

“Kita sudah menerima surat penangkapan dan penahanan terhadap Arina dan ibunya yang dititipkan ke kepala desa. Dengan surat itu, kita tahu kalau keduanya ada di tangan polisi,” kata salah satu anggota TPM Ahmad Kholik, Kamis (23/7).

Meski telah menerima surat dari Densus 88, TPM tetap belum bisa memastikan bagaimanan kondisi Arina saat ini. TPM juga tidak mengetahui nasib kedua anak Arina yang juga ikut dibawa polisi.

“Kita nggak tahu anaknya ikut dibawa apa enggak. Mungkin ikut dibawa tapi nggak dikeluarkan surat penahanan,” kata Kholik.

Saat ini, TPM akan menunggu 7 x 24 jam sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. “Biasanya kita memang tidak diberi akses apa pun selama itu, kita tunggu dulu saja,” kata Kholik.

“Tapi sekarang kita cari informasi dulu di mana keberadaan Arina, ibunya dan kedua anaknya,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Arina dibawa polisi pada 22 Juli pukul 10.30 WIB dari rumahnya. Arina disebut-sebut sebagai istri gembong teroris paling dicari, Noordin M Top.

Namun dari pengakuan Arina kepada TPM, perempuan itu sama sekali tidak mengetahui suaminya adalah seorang teroris. Yang diketahuinya, suaminya bernama Abdul Halim.

Arina menikah dengan Abdul Halim pada 2005 silam. Saat itu, Arina yang sedang sekolah di Yogyakarta dipanggil pulang oleh ayahnya, Baharudin Latif alias Bariddin dan dinikahkan dengan pria yang tidak dikenalnya itu. Dari perkawinan itu, Arina melahirkan dua anak.

Ayah Arina, Baharudin, disebut-sebut telah melindungi Noordin M Top sehingga dicari-cari polisi. Sebelum Arina ditahan, ayahnya yang sehari-hari berprofesi sebagai petani dan guru mengaji itu telah menghilang.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…