Kamis, 23 Juli 2009 18:34 WIB News Share :

Pemprov akan kucurkan dana Rp 35 miliar untuk 350 desa

Semarang (Espos)–Guna mendukung peningkatan perekonomian berbasis kerakyatan terkait program bali desa mbangun desa dan pengucuran bantuan, Pemprov Jateng telah melakukan pemetaan desa-desa dengan katgeori desa berkembang.

Menurut Sekda Pemprov Jateng Hadi Prabowo, usai menghadiri rapat paripurna DPRD di Gedung Berlian, Kamis (23/7), dari hasil mapping ada 1.776 desa yang teridentifikasi sebagai desa berkembang.

“Nantinya desa-desa berkembang di Jateng yang sudah teridentifikasi tersebut akan ditingkatkan menjadi desa berdaya,” jelas Sekda Hadi.

Pemprov Jateng sangat perhatian dengan upaya peningkatan perekonomian berbasis kerakyatan. Sehingga lanjut Hadi, Pemprov telah menganggarkan dana dalam perubahan APBD 2009 senilai Rp 35 miliar untuk 350 desa. Sebelumnya alokasi bantuan keuangan untuk desa di APBD 2009 senilai Rp 5 juta per desa untuk 7.807 desa

“Ini merupakan bentuk penajaman prioritas anggaran dengan penekannya pada desa. Sehingga pada APBD perubahan 2009 alokasi bantuannya ditingkatkan menjadi Rp 100 juta per desa dengan sasaran 350 desa yang ada di Provinsi Jateng,” terangnya.

Bantuan keuangan dengan maksud meningkatkan desa berkembang menjadi desa berdaya tersebut, tambah Hadi akan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2010 mendatang.

“Untuk tahun 2009 sebanyak 350 desa, kemudian 2010 kembali dianggarkan untuk 475 desa dan di APBD perubahan 2010 untuk 951 desa berkembang yang ditingkatkan menjadi desa berdaya,” ungkap Hadi.

Lebih jauh Hadi menyatakan, Pemprov tidak hanya memberikan bantuan keuangan namun juga akan menggelontorkan bantuan kursus kewirausahaan bagi 105 desa dengan nilai bantuan masing-masing desa Rp 30 juta.

Selain itu, sambung Hadi, ada juga bantuan bidang kesehatan bagi 500 desa/kelurahan dengan nilai bantuan Rp 15 juta per desa, serta bantuan sarana prasarana arsip desa untuk 2.350 desa, dengan nilai bantuan Rp 2 juta per desa/kelurahan.

rif

lowongan pekerjaan
PT. SEJAHTERA MOTOR GEMILANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…