Kamis, 23 Juli 2009 19:49 WIB Solo Share :

Anggaran perluasan Terminal Tirtonadi capai Rp 50 miliar

Solo (Espos)–Anggaran untuk pembangunan fisik perluasan Terminal Tirtonadi Solo membengkak jadi Rp 50 miliar. Kendati demikian, pada 2009 ini, pemerintah pusat baru mengucurkan Rp 10 miliar untuk pembangunan yang akan dimulai akhir Juli ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Yosca Herman Soedradjat, ditemui wartawan di Balaikota, Kamis (23/7), mengungkapkan, untuk pembangunan fisik perluasan Terminal Tirtonadi saat ini sudah ada kontraktornya. Namun, dia mengaku tidak hapal nama kontraktor tersebut karena lelangnya dilakukan sendiri oleh pemerintah pusat.

“Perluasan terminal ini kan semua anggarannya dari pemerintah pusat. Solo hanya menerima jadi. Karena itu, mulai dari perencanaan hingga lelang dilakukan oleh pemerintah pusat. Pemkot hanya mengusahakan lahan dan membantu perencanaan,” ujar Yosca.

Mengenai anggaran pembangunan yang mencapai Rp 50 miliar, Yosca mengatakan, hal itu lantaran adanya perbedaan eskalasi penghitungan antara pemerintah pusat dan daerah, serta adanya perubahan rencana. Setelah dilakukan penghitungan ulang, kata Yosca, pemerintah pusat menilai ada beberapa hal yang perlu ditambahkan.

Hal itulah, lanjut Yosca, yang membuat estimasi anggaran semula senilai Rp 20 miliar-Rp 30 miliar, membengkak jadi Rp 50 miliar. Alokasi anggaran itu di APBN, direncanakan bertahap selama 2-3 tahun. Dengan demikian, diperkirakan baru pada 2011 mendatang, bangunan baru Terminal Tirtonadi bisa dioperasionalkan.
shs

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…