Rabu, 22 Juli 2009 10:31 WIB News Share :

Rekap hari pertama, KPU targetkan selesaikan 11 provinsi

Jakarta–Pada hari pertama rekapitulasi nasional, Rabu (22/7) ini, Komisi Pemilihan Umum menargetkan untuk menghitung perolehan suara Pemilu Presiden 2009 di 11 provinsi.

“Rencananya 11 provinsi. Kalau waktunya masih cukup, akan ditambah. Undangannya kami akan melakukan rekap sampai jam 17.00,” kata anggota KPU, Andi Nurpati, ketika ditemui di Kantor KPU.

Andi menyebutkan, perolehan suara yang akan dihitung, di antaranya Provinsi Bali, Sulawesi Selatan, Riau, Kalimantan, Kalimantan Barat, dan Jawa Barat.

Untuk rekapitulasi nasional yang digelar di lantai 2 Kantor KPU ini, KPU Pusat mengundang ketua KPU provinsi beserta anggota untuk menyerahkan langsung laporan hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat provinsi.

Namun, Andi mengaku hingga kini masih ada tiga KPU provinsi yang belum hadir, yakni Provinsi Lampung, Papua, dan Papua Barat.

“Tadi informasinya pagi ini Lampung tiba. Kalau Papua dan Papua Barat mungkin nanti malam. Kemarin mereka belum menyelesaikan proses rekap. Hari ini mereka mejanjikan tiba di Jakarta. Ini masalahnya pada persoalan jadwal pesawat,” tuturnya.

Saat ini, tamu undangan dari KPU provinsi, pemantau, dan saksi mulai berdatangan dan memenuhi lantai 2 Kantor Bawaslu. Sayangnya, tidak semua tamu undangan dapat masuk ke ruang sidang utama, tempat dilakukannya rekapitulasi nasional karena keterbatasan tempat.

Menurut Andi, hanya ketua KPU seluruh provinsi, Bawaslu, pemantau, saksi dari masing-masing pasangan calon, dan wartawan yang boleh memasuki ruangan ini.
“Kapasitasnya hanya 300-an. Jadi, ya nanti secukupnya saja yang masuk,” ujarnya.

kompas/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…