Rabu, 22 Juli 2009 18:37 WIB News Share :

Jateng kekurangan 2.000 penyuluh pertanian

Ungaran (Espos)–Komisi Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (KP3K) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyatakan terdapat kekurangan lebih dari 2.000 tenaga penyuluh di wilayah setempat guna peningkatan produktifitas petani dan produk-produk pertanian.

Hal itu diungkapkan Ketua KP3K Jateng, Gatot Aji Sutopo, di sela-sela kegiatan Koordinasi Penyuluh Pertanian se Jateng yang difasilitasi Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh), Rabu (22/7), di Hortimart Agro Center, Bawen, Kabupaten Semarang.
Dikatakan dia, persoalan tersebut mengakibatkan tidak optimalnya kegiatan pertanian dan sektor-sektor pendukung di Provinsi Jateng.

“Mengenai jumlah, penyuluh di Jateng yang berstatus PNS diperkirakan ada 3.000 orang lebih, sedangkan yang merupakan tenaga kontrak sekitar 2.000-an orang. Jika dibandingkan jumlah desa di Jateng sebanyak 8.574 buah, angka itu masih jauh dari memadai karena terdapat kekurangan 2.000 orang lebih penyuluh,” ungkapnya ketika ditemui wartawan dalam kesempatan itu.

Gatot memaparkan, seperti diamanatkan Undang-undang (UU) Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, setiap desa idealnya memiliki satu orang penyuluh.

Ditegaskan dia, hal itu penting guna menunjang pengembangan bidang-bidang terkait, termasuk komoditas-komoditas unggulan sesuai karakteristik di masing-masing daerah.

try

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…