Rabu, 22 Juli 2009 14:27 WIB Internasional Share :

Hillary
ASEAN hendaknya pecat Myanmar

Bangkok–Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) hendaknya mempertimbangkan bagi pemecatan Myanmar jika negara tersebut tidak membebaskan Aung San Suu Kyi, pemimpin pro demokrasi yang dipenjara, kata Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton Rabu.

Ditanya di televisi Thailand, apakah ASEAN harus memecat negara anggotanya yang dikuasai oleh militer itu jika mereka tidak membebaskan pemimpin pro demokrasi tersebut, Hillary mengatakan: “perubahan kebijakan itu akan lebih tepat untuk dipertimbangkan.”

Myanmar-menjadi masalah ASEAN sejak awal dia bergabung ke dalam perimpunan pada 1997 – belum lama ini memicu kemarahan dunia dengan menjebloskan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian itu ke dalam penjara, berkaitan persidangan kasus seorang pria Amerika yang berenang menuju rumahnya yang terletak di tepi danau di Yangon.

Junta yang berkuasa menolak Sekjen PBB Ban Ki-Moon untuk bertemu dengan Aung San Suu Kyi, yang kini dipenjarakan di penjara Insein di Yangon, yang membuat semakin prihatin masyarakat internasional.

Presiden AS Barack Obama menyebut pengadilan itu sebagai pertunjukan persidangan dan Myanmar telah dikenai sanksi oleh AS berkaitan banyaknya politisi yang dijebloskan ke tahanan.

Pada Selasa Hillary juga mengatakan bahwa dia sangat prihatin oleh adanya laporan-laporan pelanggaran HAM di Myanmar, terutama oleh tindakan yang dilakukan oleh militer Myanmar berkaitan penganiayaan dan penyiksaan terhadap sejumlah gadis muda.

Keprihatinan soal Myanmar diduga menjadi fokus pembicaraan dalam kaitan kerja sama militer dengan Korea Utara, dalam forum keamanan di Phuket Thailand.
Ant/tya

lowongan kerja
Harian Umum SOLOPOS Account Executive Toko Solopos, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….