Rabu, 22 Juli 2009 18:35 WIB Klaten Share :

3 Unit usaha PDAU diminta ditutup

Klaten (Espos)–Sebanyak tiga dari lima unit usaha yang dimiliki Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Klaten diminta ditutup. Hal tersebut disampaikan Komisi II DPRD Klaten menyusul semakin sulitnya kondisi keuangan PDAU setempat.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Klaten drh Suharna ketika ditemui wartawan, Selasa (22/7), mengungkapkan, permintaan tersebut telah dia sampaikan berkali-kali kepada PDAU. Tiga unit usaha yang direkomendasikan untuk ditutup adalah pertambangan, sarana produksi dan pertanian (Saprotan), dan perbengkelan.

“Kami telah meminta untuk segera melikuidasi unit yang tidak untung. Itu permintaan resmi dan tertulis,” tegas Suharna di Gedung Dewan.

PDAU saat ini memiliki lima unit usaha. Unit usaha tersebut adalah percetakan, apotik, pertambangan, Saprotan dan perbengkelan. Namun dari kelima unit tersebut, jelas Suharna, yang dipandang mampu memberikan kontribusi pendapatan ke PDAU hanyalah percetakan dan apotik.

“Ketiga unit lainnya menjadi beban. Dan bila diteruskan akan menggerogoti unit lainnya,” lanjutnya.

Hal tersebut dia ungkapkan, menyusul semakin parahnya kondisi keuangan PDAU. Selain itu, PDAU juga terlihat sulit untuk melunasi utang yang mereka ajukan ke Bank Pasar. Akibatnya, dua unit backhoe yang mereka beli dari uang utangan tersebut diamankan di Bank Pasar.

“Kami juga masih mempertanyakan mengenai itu, penyertaan dana dari Bank Pasar senilai hampir Rp 1 miliar. Dan juga terkait pertanggungjawaban dana penyertaan dari Pemkab senilai Rp 3 miliar,” tandas dia.

Direktur Utama (Dirut) PDAU Klaten Baswendro Tunjung Jati Utomo mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini masih berupaya melakukan langkah-langkah penyehatan perusahaan daerah tersebut. Mereka, jelas Baswendro, bakal melakukan upaya revitalisasi secara internal terkait kondisi perusahaan.

haa

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…