Selasa, 21 Juli 2009 17:32 WIB News Share :

Nur Said pernah tidak naik kelas

Jakarta–Nur Said kini diperbincangkan banyak orang. Pria yang diduga sebagai pelaku peledakan bom di JW Marriott itu dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Semasa sekolah di Temanggung, dia bukan murid yang istimewa. Bahkan, Nur Said pernah tidak naik kelas.

Di mata gurunya, Nur Said memang bukan murid yang cerdas, tapi bukan pula murid yang bodoh. Nilai akademisnya lumayan, meski sering di bawah rata-rata. Nilai bidang studi keterampilan dan olahraga paling menonjol. Meski di bawah rata-rata, tapi dia pernah mendapat rangking 17 dari 43 siswa, bahkan pernah juga masuk 10 besar di kelasnya.

Nur Said masuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) Katekan 1 Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung pada tahun 1985. Di SD itu, dia masuk di kelas V, setelah pindah dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) di kecamatan yang sama.
 
“Di sekolah, dia terkenal pendiam. Nilainya biasa saja. Bahkan di bawah rata-rata. Hanya saja, ada dua mata pelajaran yang nilainya mencapai angka delapan yaitu pendidikan keterampilan dan jasmani,” tegas Tri Astuti, Kepala SD Negeri Katekan 1 saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/7). SD Negeri 1 Katekan ini tidak jauh dari rumah keluarga Nur Said.

Menurut Astuti, Nur Said pernah tidak naik kelas ketika duduk di kelas 5. Dengan demikian, dia menghabiskan waktu selama tiga tahun di SD negeri I Katekan sejak duduk di kelas V hingga lulus.

Karyadi, salah seorang guru yang pernah mengajar Nur Said, menceritakan Nur Said merupakan anak yang mudah bergaul dengan teman-temannya. “Nur Said lulus dari SD Negeri Katekan 1 pada tanggal 28 Juni 1988, kemudian melanjutkan sekolah ke MTS Assalaam Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung Jawa Tengah,” tegas Faizin saat ditemui di Ruang Guru MTS Assalaam, Temanggung.

Faizin Santoso, selaku staf pengajar MTS Assalam menyatakan Said adalah sosok anak yang pendiam dan dari nilai akademisnya maupun perilaku tidak begitu menonjol. Begitu lulus, Said langsung melanjutkan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Ngruki Solo, Jawa Tengah.

“Di MTS Assalaam ini, Nur Said menempuh pendidikan selama tiga tahun dan lulus pada tahun 1991 yang kemudian melanjutkan ke Pondok Pesantren Ngruki Solo,” tegas Faizin. 

Pria yang dulu pendiam itu kini disebut-sebut sebagai pelaku peledakan bom di JW Marriott Jakarta. Indikasi bahwa pelaku bom adalah Nur Said memang makin kuat. Apalagi, dia menjadi target operasi polisi sejak polisi memburu Noordin Moh Top 2004 lalu.
dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…