Selasa, 21 Juli 2009 13:31 WIB News Share :

Karyawan Freeport diduga terlibat dalam kasus Tembagapura

Timika–Kapolda Papua Irjen Pol Bagus Ekodanto mengakui ada karyawan PT.Freeport yang terlibat dalam kasus pembakaran di mile 71 dan 74 Tembagapura yang terjadi awal Juli 2009.

“Memang ada salah seorang tersangka yang mengaku karyawan PT.FI, namun benar atau tidaknya masih dalam penyelidikan,” tegas Kapolda Papua kepada wartawan, Selasa di Mapolres Mimika di Timika.

Kapolda Papua yang didampingi Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI AY Nasution pada kesempatan itu juga mengakui, saat ini pihaknya masih mengkonfirmasikan ke pihak Freeport apakah yang bersangkutan benar-benar karyawan atau bukan.

Dalam pemeriksaan awal AY,35, mengaku karyawan PT.Freeport. Ketika ditanya lebih jauh tentang hasil penyelidikan di lapangan.

Kapolda mengakui, sebelumnya telah menangkap 36 orang namun dari jumlah tersebut sebagian dilepaskan karena tidak cukup kuat keterlibatannya dan saat ini tercatat tinggal 12 orang, empat orang di antaranya adalah mereka yang mengamankan amunisi yang ditemukan di mile 27.

Dari jumlah tersebut sebagian besar di antaranya terindikasi kuat merupakan tersangka dalam kasus pembakaran di mile 71 dan 74 dan juga ada yang mengaku terlibat dalam kasus penembakan yang terjadi di mile 51 yang menewaskan Bripda Marsom Patipelohi dan Markus Rante Allo, security PT Freeport.

“Kami masih terus mendalami dengan melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap para tersangka serta penyelidikan lebih jauh guna mengungkap kasus tersebut,” tegas Kapolda Papua.

Ketika ditanya bagaimana para pelaku bisa memasuki areal PT Freeport padahal pintu-pintu masuk ke kawasan itu dijaga ketat, Irjen Bagus Ekodanto mensinyalir para pelaku menggunakan jalan-jalan setapak untuk memasuki wilayah operasional PT Freeport.

Jalan setapak atau jalan tikus memang banyak sehingga mereka mudah memasuki areal PT.Freeport tanpa melewati check point, aku Kapolda Papua.

Pada kesempatan  itu juga digelar berbagai barang bukti yang berhasil diamankan saat penangkapan yakni sekitar 104 butir peluru berbagai jenis, berbagai jenis bahan makanan seperti gula pasir, minyak goreng dan sebagainya.

 

Ant/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…