Selasa, 21 Juli 2009 19:48 WIB Solo Share :

Jumenengan PB XIII Tedjowulan berlangsung khidmat

Solo (Espos)–<I>Tingalandalem Jumenengan<I> kelima Pakubuwono (PB) XIII Tedjowulan, Selasa (21/7), berlangung khidmat, meski tanpa sajian tari bedaya ketawang. Ratusan orang kerabat dan abdi dalem keraton, termasuk 600 orang penerima gelar keraton memadati tempat digelarnya acara tersebut, Sasana Puranama Badran.

Di antara mereka, tampak pelawak senior, Yati Pesek yang kemarin mengenakan kebaya biru muda. Yati Pesek menerima gelar kanjeng mas ayu tumenggung (KMAT) Walitodiningrum dari PB XIII Tedjowulan lantaran dinilai telah memberikan sumbangsih untuk pelestarian dan pengembangan budaya Jawa.

“Saya kaget, karena <I>ditimbali<I> Sinuhun untuk mendapat gelar. Ya, karena saya pribadi tidak merasa memberi sumbangsih apa pun, yang jelas sebagai seniman ini <I>lah<I> tugas saya. Lagipula, mendapat gelar begini justru saya harus lebih hati-hati, bagaimana menjaga gelar dan tidak sombong karena mendapat gelar,” kata Yati Pesek, saat dimintai komentar soal gelar yang diporelahnya, di Badran, Selasa.

Yati sendiri mengaku, sekitar tahun 2003 pernah menerima gelar nyai mas tumenggung dari PB XII. Sedangkan, kali ini, gelar diberikan PB XIII Tedjowulan. “Saya tidak mempermasalahkan, yang jelas sebagai <I>wong cilik<I> yang menerima penghargaan, saya hanya merasa bangga. Ya, seperti <I>wong cilik<I> yang dipanggil Sinuhun-nya,” ujarnya.

Selain Yati, sejumlah tokoh budaya, kemarin, juga berkesempatan menerima gelar. Di antaranya Waljinah yang menyandang gelar KMAT Larasmadu, Ki Manteb Sudarsono dengan gelar KRH Lebdodiningrat, dan Ketua Komite Radya Pustaka Winarso Kalinggo yang menerima gelar KRH Kalenggo Honggopuro Hangganingrat.

Sayangnya, ketiga tokoh tersebut tidak hadir. Menurut Humas Keraton Surakarta PB XIII Tedjowulan, Bambang Pradotonagoro, Ki Manteb dan Waljinah tidak hadir lantaran sertifikat gelar telah diterimakan beberapa waktu lalu. Sedangkan, Winarso Kalinggo urung hadir karena sakit.
tsa

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…