Senin, 20 Juli 2009 20:12 WIB News Share :

Polri belum benarkan Nur Hasbi pelaku pengeboman

Jakarta–Pihak Kepolisian RI hingga hari Senin (20/7) belum membenarkan informasi bahwa Nur Hasbi warga Temanggung Jawa Tengah, merupakan salah satu pelaku peledakan bom bunuh diri  di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta.

“Info itu belum dapat dibenarkan. Sampai hari ketiga ini, tim dari Mabes Polri masih menyelidiki pelaku aksi bom bunuh diri itu,” kata  Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Yang jelas, katanya, sejauh ini pihaknya belum mengeluarkan pernyataan resmi kebenaran Nur Hasbi sebagai pelaku peledakan bom bunuh diri termasuk dengan foto-foto yang bersangkutan yang sempat beredar di masyarakat.

“Inisial N itu kan masih dugaan belum dapat dipastikan,” katanya sambil menambahkan, kepolisian juga belum menyampaikan secara resmi kepastian mengenai jenis kelamin dari pelaku ledakan bom yang menewaskan sembilan orang dan melukai puluhan lainnya.

Meski titik terang tentang siapa dan dari kelompok mana pelaku bom bunuh diri tersebut belum terungkap, Sulistyo mengatakan, tidak tertutup kemungkinan adanya keterlibatan jaringan atau kelompok Noordin M. Top dalam aksi keji itu.

Indikasi itu menurut dia, terlihat dari kesamaan bahan peledak yang berada di Cilacap, milik jaringan Noordin dengan yang berada di JW Mariot dan Ritz Charlton.

“Ada kesamaan tapi belum tentu jaringan yang sama,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri, Irejn Pol Nanan Soekarna mengatakan Polri tidak akan menyampaikan kesimpulan apapun sebelum semuanya jelas, didukung oleh fakta/data yang valid/objektif serta dapat dipertanggung-jawabkan baik secara hukum maupun ilmiah.

Pernyataan ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya isu atau informasi yang menyesatkan dan tidak dapat dipertanggung-jawabkan kaitannya dengan dua ledakan hebat di dua hotel mewah itu.

Semua pihak diimbau untuk dapat menahan diri tidak mempublikasikan berbagai spekulasi yang hanya akan membingungkan publik.

“Jangan berandai-andai dan termakan isu yang tidak jelas,” ujarnya.

Dia juga meminta kepada semua pihak untuk bersabar dan diharapkan ikut membantu memberikan informasi ke Penyidik Polri bila mendapatkan atau mempunyai informasi yang sekiranya berguna untuk mengefektifkan proses penyidikan.

“Silahkan masyarakat untuk menginformasikan kepada kami ke kontak komunikasi dan informasi di nomor 081382739874, 081382739875, 081382739876,” ujar Nanan.

Tragedi ledakan di dua hotel tersebut, menyebabkan sembilan orang tewas dan puluhan lainnya luka. Banyak diantara korban adalah warga negara asing.  Tim Dokter Forensik RS, Soekanto Kramatjati menyebutkan dari sembilan korban tewas, lima jenazah sudah berhasil terdientifikasi sedangkan empat lainnya masih dalam proses.

Ke-lima jenazah yang telah teridentifikasi itu antara lain Evert Mokodomvis (WNI), Timothy D. Mackay (New Zeland), Senger Craig Andrew (Australia), Mcevoy Garth Rupert John (Australia) dan Verity Nathan John (Australia).

Sedangkan korban yang masih dirawat di beberapa rumah sakit berjumlah 12 orang. Di RS Jakarta yakni Andri, Deni Purwanto, Dikdik Ahmad Taufik dan Bambang Trianto. Di RS Pertamina Dadang Hidayat. Sementara di RS MMC tujuh orang, Andrew Stuart Cobham (Kanada) Giovani Me Suhardi, I Gusti Agung Ray, Marico Asmarawati, Oki Utomo. Sudargo dan Yurike Martiningrum dan Yusuf Purnomo.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…