Senin, 20 Juli 2009 19:56 WIB Klaten Share :

Keluarga Nur Said berharap pengusutan bom segera selesai

Klaten (Espos)–Mertua dan adik ipar Nur Said, Siti Lestari, 50 dan Gesang Bekti Prayoga, 18, berharap agar pengusutan pelaku peledakan bom di Mega Kuningan segera selesai.

“Kami berharap kepada media agar tidak melebih-lebihkan dalam pemberitaan soal kasus pengeboman. Selain itu, kami minta pelaku pengemboman diusut sampai tuntas agar keluarga kami bisa tenang. Semoga semua cepat selesai,” kata Gesang saat ditemui wartawan di tempat tinggalnya di Dukuh Tempel RT 18 RW 7 Desa Ngalas Kecamatan Klaten Selatan.

Ditemui terpisah Kepala Desa (Kades) Ngalas, Tri Setyo Nugroho mengaku tidak tahu mendetail soal Nur Said yang disebut-sebut sebagai pelaku pengeboman di Mega Kuningan.

“Saya baru menjabat sebagai (Kades Ngalas-<I>red<I>) dua tahun ini. Saya pun belum pernah ketemu langsung karena sudah lama sejak tahun 2000 dia (Nur Said-<I>red<I>) tidak tinggal di sini,” kata Setyo.

Menurut Setyo, dirinya mendapatkan sms dari seseorang di Kecamatan Klaten Selatan yang mengatakan bahwa diperkirakan pelaku pengeboman adalah warganya. Diakui dia, secara administrasi Nur Sahid masih tercatat di kartu keluarga (KK) Dukuh Tempel Desa Ngalas.

“Kalau KK atas nama Nur Said Abdul  Rahman masih ada sebab dia belum melakukan <I>bedol jiwa<I> atau belum dicabut KKnya,” tambah Setyo.

nad

LOWONGAN PEKERJAAN
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…