Senin, 20 Juli 2009 20:20 WIB Solo Share :

50-an Warga ditolak ambil dana renovasi

Solo (Espos)–Sebanyak 50-an warga di Kelurahan Sewu, Jebres yang terdaftar sebagai penerima bantuan renovasi terancam tak bisa mengambil bantuan tersebut. Pasalnya, mereka tak memiliki sertifikat tanah sama sekali sebagai salah satu syarat pengambilan dana renovasi tersebut.

Informasi yang dihimpun <I>Espos<I> di lokasi, Senin (20/7), sejumlah warga yang tak bisa mengambil dana renovasi tersebut adalah warga yang bermukim di atas tanah Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Mereka mengaku sudah mengajukan permohonan ke Pemkot untuk mengambil bantuan renovasi yang menjadi haknya itu. Namun, permohonan mereka dikembalikan lantaran salah satu syarat pengambilan bantuan itu ialah harus menyertakan sertifikat tanah.

“Terus terang, kami tak memiliki sertifikat itu sejak 10 tahun lalu, karena ini memang bukan tanah kami. Nah, jika dana renovasi itu tak diberikan kami, lantas diberikan kepada siapa?” ujar salah satu warga RT 01/ RW II Kelurahan Sewu, Darsono.

Darsono mengatakan, mestinya dana renovasi itu diberikan sebagaimana adanya tanpa persyaratan menyertakan sertifikat tanah atau kondisi bangunan rumah. Pasalnya, kejadian banjir yang meluluh lantakan rumahnya sudah terjadi dua tahun silam dan sudah tak berbekas lagi. Sehingga, jika hal itu dipertanyakan lagi, katanya, maka hal itu tak akan sesuai lagi.

“Rumah rusak kan sudah kami perbaiki dengan uang kami sendiri. Sekarang, ditanya kerusakan rumah kami, ya sudah tak lagi ada, apalagi diminta membawa sertifikat segala,” paparnya. Hal itu, lanjutnya, dinilai justru terkesan ada upaya-upaya Pemkot untuk menghalang-halangi warga dalam mengambil bantuan yang menjadi haknya itu.

Warga lainnya, Ratno yang juga terdaftar sebagai penerima bantuan renovasi juga mengalami hal serupa. Pihaknya saat ini mengaku benar-benar cemas lantaran rumahnya saat ini selain bakal terkena pelebaran proyek tanggul, juga terancam tak dapat bantuan renovasi.

“Dibanding tanah negara di kawasan bantaran, maka kami yang juga tanah negara sangat dikecewakan. Warga bantaran dapat relokasi, tapi kami tak dapat apa-apa. Bahkan, bantuan renovasi saja kami tak dapat lantaran kami tak memiliki sertifikat. Lantas, bagaimana nasib kami,” paparnya.

asa

Furniture Export Company Needs Urgently, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Harga Tertentu Beras Tertentu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (7/8/2017). Esai ini karya Feriana Dwi Kurniawati, Kepala Seksi Usaha Tani dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah feriana_dk@yahoo.com. Solopos.com, SOLO¬†— Pemerintah telah mengumumkan mulai…