Sabtu, 18 Juli 2009 15:38 WIB News Share :

Satpam Marriot sempat berkomunikasi dengan tersangka

Jakarta–Supervisor Satuan Pengamanan (Satpam) Hotel JW Marriot, Didik Achmad Taufik (39) yang menjadi korban ledakan bom di hotel tersebut pada Jumat pagi (17/7), sempat melakukan komunikasi dengan seseorang yang diduga tersangka peledakan bom.

Ditemui di RS Jakarta, Sabtu (18/7), Didik yang menderita luka di bawah telinga, kaki, tangan dan muka tersebut mengaku sempat menegur tersangka peledakan bom beberapa menit sebelum tempatnya bekerja diledakkan.

Menurut Didik yang didampingi istrinya Yaya (33) dan anaknya Rafi Ansyah, sekitar pukul 07:30 WIB atau beberapa menit sebelum terdengar suara ledakan dia menegur seseorang yang membawa traveller bag sedang berjalan menuju lounge hotel.

Melihat tamu yang tampak kebingungan dan menghampiri dirinya, Didik yang baru memulai shift paginya itu menanyakan sesuatu kepada pria dengan jaket hitam dan bertopi tersebut.

“Apakah ada yang bisa saya bantu,” kata Didik, yang kemudian dijawab oleh pria berkulit sawo matang tersebut,

“Saya mau ketemu bos saya”.

Kemudian Didik melanjutkan pertanyaannya, “Siapa bosnya dan dimana,” kemudian dijawab, “Ini saya mau mengantar pesanan bos saya”.

Selanjutnya, karena tamu tersebut mau mengantar pesanan, kata Didik yang tampak masih lemah terbaring di ruang Krisan kamar 351 lantai III RS Jakarta, tidak berani bertanya lebih lanjut.

Sesuai prosedur pelayanan hotel, Didik minta seorang temannya bernama Dadang untuk mengantar tamu tersebut ke tempat bosnya.

Sebelum mengantar, kata dia, Dadang sempat menanyakan kepadanya siapa tamu tersebut dan diantar kemana. Setelah itu ketiganya berpisah. Kemudian Didik pergi mengontrol ke lokasi lain.

“Beberapa menit kemudian, ada suara ledakan, dan saya telah tertimpa plafon serta serpihan debu,” kata dia.

Dalam kondisi belum menyadari sepenuhnya bila itu bom, Didik berlari ke arah belakang dan sempat membunyikan alarm tanda bahaya.

“Menurut informasi kini Dadang menderita luka cukup parah,” kata dia.

Dia juga yakin kalau bom tersebut dirakit di dalam kamar, karena setiap tamu yang masuk akan diperiksa secara seksama oleh satuan keamanan yang dia pimpin.

Didik juga memperkirakan, tamu yang menginap di kamar 1808 tersebut, membawa bom yang siap diledakkan dari kamar turun dengan lift menuju ke arah lounge.

“Saya baru sadar kalau itu diduga tersangka bom bunuh diri setelah melihat kamera CCTV,” kata Didik sambil mengatakan ciri-ciri fisik yang diduga pelaku adalah berkulit sawo matang, tinggi sekitar 172 sentimeter dan umur sekitar 25-28 tahun.

Selain Didik, Andri yang juga bekerja di Marriot sejak tiga tahun lalu juga mengaku melihat secara langsung orang yang diduga sebagai tersangka.

Sayangnya, Andri yang dirawat di ruang Yasmin tidak bisa ditanya lebih banyak karena kondisi pendengarannya yang belum normal sehingga tim dokter melarang wartawan untuk melakukan wawancara.

ant/fid

lowongan pekerjaan
SALES ENGINEER, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) “…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Arsip dan Tertib Administrasi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (15/9/2017). Esai ini karya Romi Febriyanto Saputro yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinaan Arsip dan Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen. Alamat e-mail penulis adalah romifebri@gmail.com. Solopos.com, SOLO–UU No. 43/2007 tentang Kearsipan…