Sabtu, 18 Juli 2009 20:59 WIB News Share :

Polisi temukan Laptop di Ritz Carlton

Jakarta–Tim penyidik Mabes Polri yang secara intensif melakukan penyisiran di dua lokasi ledakan, yaitu di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta menemukan lap top berukuran 14 x 13 inci yang diduga milik pelaku bom bunuh diri dan beberapa informasi sandi-sandi tertentu.

“Laptop itu di temukan petugas di salah satu ruangan hotel Ritz Carlton sekitar pukul 12.50 WIB,” kata   Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Chryshnanda Dwi Laksana di Jakarta, Sabtu (18/7).

Chryshnanda mengatakan, selain menemukan laptop, penyidik Polri juga juga menemukan informasi berupa sandi-sandi yang diduga digunakan pelaku untuk berkomunikasi.

Penemuan itu selanjutnya diamankan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu Dikdik Ahmad Taufik, pegawai keamanan Hotel JW Marriot yang menjadi korban ledakan kepada wartawan di RS Jakarta menyebutkan, ciri-ciri salah satu orang yang diduga pelaku pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton yakni memiliki tinggi badan sekitar 172 cm, kulit sawo matang, berusia antara 25-28 tahun.

“Dari logat bicaranya orang kita (Indonesia), mukanya juga seperti kita (orang Indonesia),” katanya.

Menurut Dikdik, dia sempat menegur pelaku karena membawa koper beroda ke arah Restoran Syailendra, Hotel JW Marriot.

Dijelaskan bahwa Jumat pagi itu sedang berlangsung rapat yang dihadiri sejumlah top eksekutif, termasuk Timothy Mackay (Presdir PT Holcim Indonesia), Natan Verity dari Verity HR dan Garth Mcevoy dari PT Thiess, yang juga menjadi korban.

“Saya berpikir, kalau dia ikut meeting tidak mungkin bawa koper. Lalu saya tanya, mau ketemu siapa?” katanya bercerita.

Menurutnya, orang yang diduga pelaku itu memberi jawaban pendek, Ketemu bos saya, ngasih pesanan,” kata Dikdik menirukan jawaban orang itu.

Dengan alasan itu, katanya, ia meloloskan orang itu. Dikdik mengaku sama sekali tidak menduga bahwa orang yang ditegurnya itu kemungkinan besar adalah pelaku pemboman.

Dia mengaku baru menyadarinya setelah melihat rekaman CCTV hotel yang ditunjukkan polisi kepadanya.

Berdasarkan rekaman video yang ditayangkan TvOne, dari dalam Hotel JW Marriot terlihat seseorang membawa tas dari depan hotel pada Jumat (17/7) pagi.

Pria itu mengenakan baju berwarna gelap, mengenakan topi dan membawa dua tas. Satu tas berjenis trolly yang diseret dengan tangan kanan, satu tas lainnya dijinjing di bahu kanan.

Dalam video itu terlihat pelaku sudah masuk ke dalam lobi dan langsung mengambil ke arah kanan. Sejumlah petugas di dekat detektor logam terlihat sudah memperhatikan orang yang mencurigakan itu.

Usai dari lobi dalam hotel, si pelaku masuk ke dalam area restoran. Tak lama kemudian, sekitar 30-40 detik kemudian, terjadi ledakan. Tepat di belakang pelaku ledakan, terdapat seorang warga asing yang mengenakan baju berwarna putih.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…