Sabtu, 18 Juli 2009 13:09 WIB News Share :

Polisi telusuri keterkaitan pertemuan top executive

Jakarta–Polri terus melakukan penyelidikan terhadap peledakan bom bunuh diri di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jumat 17 Juli kemarin. Termasuk di antaranya keterkaitan motif peledakan dengan pertemuan top executive di Restauran Syailendra, hotel JW Marriott.

“Mungkin juga (terkait), itu yang musti diungkap oleh kami. Kita tidak bisa ungkap dengan dugaan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Nanan Soekarna, Sabtu (18/7).

Menurut Nanan, pihaknya sekarang sedang fokus pada proses identifikasi pelaku bom bunuh diri. Setelah itu, pihaknya baru mengembangkan ke arah kelompok tertentu, termasuk keterkaitan motif dengan target peledakan.

“Kita tunggu dulu proses indentifikasi,” pungkasnya.

Saat bom meledak pukul 07.45 WIB di hotel JW Marriott, 15 top executive dikabarkan sedang melakukan pertemuan bertajuk ICP Breakfast Roundtable.

Mereka di antaranya Patrick Foo dari Ael Indonesia, Edward Thiessen dari Alstom Power, Pedro Sole dari Alstom Power, David Potter dari Freeport Indonesia, Andy Cobham dari Hill&Associates, Timothy Mackay dari Holcim Indonesia, Kevin Moore dari Husky Energy, Mariko Yoshihara dari JAC Indonesia, Noke Kiroyan dari Kiroyan Partners, Roy Widosuwito dari Perfetti Van Melle Indonesia, Natan Verity dari Verity HR, James Castle dari Castle Asia, dan Max Boon dari Castle Asia, dan Garth Mcevoy dari PT Thiess.

Timothy Mackay, Natan Verity dan Garth Mcevoy pun tewas akibat aksi keji tersebut.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…