Sabtu, 18 Juli 2009 13:13 WIB News Share :

Polisi kesulitan kenali identitas korban tewas

Jakarta–Polisi masih kesulitan mengenali sejumlah identitas korban yang tewas dalam ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton.

“Tim kami masih terus bekerja,” ujar Wakil Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Republik Indonesia, Brigadir Jenderal Sulistiyo Ishak, Sabtu (18/7).

Sulistiyo menjelaskan, kesulitan terjadi karena wajah korban sulit diidentifikasi. Beberapa wajah korban rusak terbakar. Adapula yang terkelupas dari batok kepalanya.

Untuk keperluan identifikasi, kata dia, tim dokter kepolisian hingga kini masih bekerja di Rumah Sakit Polri Dr. Soekanto, Kramat Jati.

Lantaran kesulitan tersebut, kata Sulistiyo, tim yang berasal dari unit DVI (Disaster Victim Identification) itu terpaksa mengenali korban dengan mempelajari struktur tulang maupun gigi mereka. Seberapa lama proses itu berlangsung? Sulistiyo mengaku belum bisa memastikan.

“Kita usahakan secepatnya,” kata dia.

Ledakan bom terjadi kemarin di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton. Sebanyak delapan orang tewas, sedangkan 53 lainnya mengalami luka. Korban tewas yang bisa dikenali adalah Timothy D Mackay, (warga Selandia Baru), Nathan Verity, (warga Australia), Garth Mc Evoy, (warga Australia), Arnold (warga Singapura,) dan Darmanto (warga Indonesia).

Tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…