Sabtu, 18 Juli 2009 13:05 WIB News Share :

Muhammadiyah
Jangan kaitkan pengeboman dengan Islam

Surabaya–Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur meminta agar semua pihak tidak saling menuduh ataupun mengaitkan peristiwa pengeboman yang terjadi di JW Marriott dan Ritz-Carlton dengan umat Islam sebelum diketahui siapa sebenarnya pelaku aksi teror itu.

Ketua PWM Jatim Syafik Mugni, di Surabaya, Sabtu (18/7) mengatakan, secara organisasi pihaknya mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang menjadikan puluhan korban terluka dan beberapa lainnya meninggal dunia.

Menurutnya, tindakan itu tidak Islami, dan pada hakekatnya Islam mengutuk keras setiap tindakan kekerasan hingga menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

“Kami mengutuk keras dan meminta agar aparat bisa mengusut siapa pelakunya, karena tidak ada yang diuntungkan dalam peristiwa ini baik bangsa Indonesia, maupun umat Islam,” katanya.

Bahkan aksi bom bunuh diri ini, kata dia, bisa menghambat dakwah Islam. Pasalnya, selama ini setiap peristiwa aksi pengeboman arahnya selalu tertuju pada umat Islam, padahal tidak demikian.

“Kami khawatir aksi bom bunuh diri ini akan merusak citra umat Islam, apalagi mayoritas warga Indonesia memeluk agama Islam. Untuk itu saya tegaskan agar masyarakat tidak terpancing atau terprovokasi yang hanya akan memperkeruh suasana,” katanya sembari meminta masyarakat tetap tenang dan tidak saling tuduh, sambil menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.

Sementara menanggapi pandangan sejumlah kalangan bahwa Muhammadiyah termasuk salah satu dari jaringan Islam Mujahidin Indonesia, Syafik mengatakan itu tidak benar.

“Kami tidak ada hubungannya dengan mereka, dan tidak ada anggota Muhammadiyah yang masuk anggota mereka,” katanya.

Bahkan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah menginstruksikan kepada semua jajaran Muhammadiyah baik di tingkat provinsi hingga kabupaten dan pengurus ranting, supaya meluruskan persepi miring tersebut.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…