Jumat, 17 Juli 2009 15:30 WIB Pendidikan Share :

Tak penuhi standar, status RSBI dikembalikan ke reguler

Solo (Espos)–Pemerintah akan mencabut status RSBI bagi sejumlah sekolah yang belum memenuhi tuntutan penjaminan mutu selama empat tahun. Mereka akan dikembalikan statusnya menjadi sekolah reguler.

Hal itu diungkapkan, Kepala Bidang Kelembagaan Pengembangan SMA Direktorat Jendera Managemen Pendidikan Dasar Menengah (Mandikdasmen) Departemen Pandidikan Nasional (Depdiknas), Drs Syamsudin MSi saat ditemui wartawan sesuai menyerahkan sertifikat SMM ISO 9001:2008 kepada SMA Batik 1, Jumat (17/7).
Dalam kesempatan itu, Syamsudin mengatakan, tahun ajaran baru kali ini merupakan tahun keempat bagi ratusan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang kali pertama berdiri pada tahun 2006.
Menurutnya, memasuki tahun keempat, pihaknya akan mengadakan evaluasi secara menyeluruh kepada semua RSBI.

“Empat tahun itu cukup untuk menilai sekolah yang bersangkutan bisa mengubah statusnya dari RSBI menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Bagi yang belum mampu memenuhi tuntutan penjaminan mutu, kami akan mengembalikan statusnya menjadi sekolah reguler,” tandas Syamsudin.

Dijelaskannya, selama memberikan evaluasi secara menyeluruh, pihaknya akan membuat tiga kategori penilain yakni ketegori A bagi sekolah yang bisa menlanjutkan menjadi SBI, kategori B bagi sekolah yang diberi kesempatan satu tahun lagi untuk memperbaiki kekurangan, dan kategori C yang akan dikembalikan menjadi sekolah reguler.

“Bagi sekolah yang menyandang ketegori A akan kami rekomendasikan kepada dirjen bahwa sekolah yang bersangkutan layak untuk menjadi SBI. Kami berharap, pihak dirjen bisa menurunkan tim khusus untuk melakukan cek dan ricek apakah sudah sesuai dengan kategorinya,” tandasnya.

m82

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…