Jumat, 17 Juli 2009 11:33 WIB Sport Share :

Pihak MU belum mengetahui adanya ledakan di Ritz Carlton

Jakarta--Pihak Manchester United belum mengetahui kabar terjadinya ledakan di Hotel Ritz Carlton yang sedianya akan menjadi tempat menginap mereka selama menjalani tur di Jakarta. Demikian menurut Managing Director ProEvents John Merritt.

Ia menambahkan, MU masih dalam penerbangan ke Kuala Lumpur, Malaysia.

“Mereka belum tahu apa-apa soal ini, karena nanti siang diperkirakan sampai di Kuala Lumpur,” ujar John, Jumat (17/7). ProEvents adalah promotor tur MU untuk kawasan Asia.

John sendiri tengah berada di Ritz Carlton saat ledakan itu terjadi. Namun ia mengatakan dirinya baik-baik saja.

“Entah apa yang terjadi, tiba-tiba ada ledakan, tapi saya baik-baik saja,” katanya.

Menurut John, MU akan menjalani pertandingan di Kuala Lumpur lebih dulu sebelum berangkat ke Indonesia. Menurut jadwal semula, kesebelasan asal Inggris itu diperkirakan sampai ke Indonesia pada 18 Juli.

Namun ia mengatakan belum ada informasi lebih lanjut dari pihak MU termasuk dari manajemen di Inggris terkait insiden ledakan ini.

“Untuk saat ini belum ada yang bisa saya katakan, kami belum mengadakan pembicaraan lebih lanjut dengan mereka (MU),” ucapnya.

MU sudah melakukan persiapan untuk tur Asia termasuk ke Indonesia dan akan bertanding dengan Indonesia All Star pada 20 Juli mendatang.

“Jelas mereka sudah berencana datang ke Indonesia dan semua persiapan sudah dilakukan, saya akan berusaha hubungi mereka dan nanti akan diinformasikan lebih lanjut,” tuturnya.

Hingga saat ini korban yang meninggal berjumlah sembilan orang. Korban yang meninggal di lokasi ledakan ada delapan orang, yakni di Hotel JW Marriot sebanyak enam orang dan Hotel Ritz Carlton dua orang.

“Satu orang meninggal di Rumah Sakit Medistra,” kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Widodo Adi Sucipto di lokasi kejadian. Di samping kesembilan korban meninggal ledakan juga menyebabkan 42 orang lainnya luka-luka.

Satu orang terluka dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina Pusat, 10 orang dibawa ke Rumah Sakit Jakarta, 29 orang dirawat di Rumah Sakit MMC Kuningan, dan sisanya dilarikan ke Rumah Sakit Medistra.

Indonesia setiap tahun dihajar ledakan bom mulai dari 1999 hingga 2005 yang menelan korban 280 orang tewas. Jaringan teroris Asia Tenggara Jemaah Islamiyah dituding sebagai otak di belakang ledakan bom yang terjadi di Hotel JW Marriott pada 2003 yang membunuh 12 orang.

Sebuah bom meledak di luar kompleks Kedutaan Besar Australia pada 2004 yang merenggut sembilan nyawa. Pada 2002 serangan bom yang menerjang Bali membunuh 202 people, 88 di antaranya berbangsa Australia.

Tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…