Jumat, 17 Juli 2009 10:45 WIB News Share :

MUI kutuk ledakan di Jakarta

Jakarta–Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan mengutuk terjadinya ledakan di Hotel Ritz Carlton dan J.W. Marriot di Jakarta, Jumat pagi.

“Saya mengutuk sekeras – kerasnya perbuatan dari oknum tidak bertangggung jawab yang sengaja memperkeruh suasana keamanan,” katanya, Jumat.

Amidhan tidak bisa membayangkan ledakan yang ternyata mengorbankan warga asing itu terjadi menjelang atau puncak pelaksanaan pemilihan presiden(Pilpres).

“Saya imbau kepolisian mengusut tuntas insiden yang belum diketahui melibatkan oknum teroris lama atau baru, kan ‘aktornya’ belum ditangkap,” ujarnya.

Amidhan juga menyesalkan sasaran ledakan ke Hotel J.W. Marriot dan Ritz Carlton yang merupakan tempa menginap warga asing, terutama dari Amerika Serikat( AS).

“Saya mengindikasikan ini ada kaitannya dengan Pilpres yang berdasarkan perhitungan cepat dimenangkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) – Boediono,” katanya.

Karena itu , dia mengharapkan yang tidak puas dengan hasil Pilpres untuk menempuh proses hukum.

“Ada mekanismenya. Jadi jangan melakukan upaya yang memperkeruh suana, apalagi hingga mengorbankan anak bangsa tidak berdosa,”ujar Amdihan.

Rumah Sakit MMC Kuningan telah menerima 29 orang korban ledakan bom di hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton yang terjadi Jumat pagi.

Hal ini terungkap ketika manajemen rumah sakit menempel nama korban di salah satu pintu masuk rumah sakit.

Berikut nama 29 korban: Anarianto Makhnbu, Caturindu, Cho Ing Sang, Dadang Hidayat, Geovanni, Hut Bosco Keung, Ibushi Asu, Jame Makkeba, Junita, Jurika Kartika, Kevin, Linda, Marico, Melisa, William, Noke Kiroyan, Oki Utomo, Peter, Regi Aalstad, Rinaldi Domanik, Scott Mirilles, Shweta Shukita, Simon Louis, Sudargo, Yoga, Yurika, Yurike, Yusuf dan Yusuf P.

Hingga berita ini diturunkan Tim Gegana masih melakukan penyidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

ant/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…