Jumat, 17 Juli 2009 15:53 WIB News Share :

Benda cagar budaya di Grobogan belum terlindungi

Grobogan (Espos)–Keberadaan benda cagar budaya dan bangunan bersejarah di Kabupaten Grobogan sampai saat ini belum terlindungi dengan baik. Dikhawatirkan keberadaan benda-benda tersebut akan lenyap tergeser bangunan baru.

“Banyak benda cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi, tidak dikelola dengan baik. Bahkan ada yang sudah lenyap karena di lokasi tersebut diperuntukan untuk bangunan baru,” jelas Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Grobogan H Soepomo kepada Espos, Jumat (17/7).

Dari data yang diperoleh, bangunan cagar budaya yang hilang karena tergusur bangunan baru, adalah rumah dinas karyawan PT KA peninggalan Belanda yang saat ini sudah tergantikan dengan bangunan Ruko dan Hotel di depan Kantor PLN Purwodadi.

Kejadian ini menurut Soepomo, karena sampai sekarang belum ada Perda perlindungan benda cagar budaya di Kabupaten Grobogan. Sehingga keberadaan benda cagar budaya lainnya tidak menutup kemungkinan akan mengalami hal serupa.

“Jangankan Perda yang melindungi keberadaan benda cagar budaya, SK Bupati yang mengatur hal itu saja tidak ada. Ini sungguh memprihatinkan,” tegas Soepomo.

Kenapa perlu ada Perda perlindungan cagar budaya atau minimal SK Bupati, lanjut Soepomo, karena di Kabupaten Grobogan banyak bangunan bersejarah dan cagar budaya yang harus dilindungi. Di Kota Purwodadi saja, jumlahnya cukup banyak, seperti eks Kantor Pengadilan Negeri (PN) di Jalan Bhayangkara yang saat ini untuk rumah dinas pegawai PN Purwodadi.

rif

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…