Kamis, 16 Juli 2009 09:49 WIB News Share :

Tabulasi dihentikan, KPU bantah ada tekanan

Jakarta–Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Aziz membantah ada tekanan dari pihak lain dalam penghentian tabulasi nasional lewat SMS. Menurutnya, penghentian dilakukan karena memang tidak ada lagi data yang masuk.

“Dihentikan karena yang mengirim juga segitu-segitu saja, kemudian juga kegiatan di TPS harus selesai pada hari yang sama, dan pukul 24.00 WIB sudah tidak ada kegiatan lagi. Yang masih bisa diproses adalah yang delay (tertunda) dari nomor-nomor yang sudah registrasi. Karena tidak ada lagi maka dihentikan, jadi tidak ada penekanan dari pihak manapun,” ujar anggota KPU Abdul Aziz kepada wartawan di Kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (15/7) malam.

Aziz menjelaskan yang bisa mengirimkan SMS ke KPU hanya Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang melakukan registrasi. Jumlahnya sekitar 104 ribu sekian, dari jumlah itu menurut catatan ada 120 ribu transaksi SMS.

“Jumlah 104 ribu itu yang sesuai dengan standar operasi kemudian ditayangkan oleh KPU. Tetapi, hasil lewat SMS tidak bisa digunakan sebagai acuan, karena bisa jadi angka yang dikirim yang tidak sesuai dengan sebenarnya,” paparnya.

Untuk menghindari pembohongan, lanjut Aziz, maka KPU menetapkan adanya disclaimer dan salah satu parameternya adalah kepercayaan.

“Jadi dihentikan memang karena tidak ada lagi yang masuk dan pukul 24.00 WIB di TPS tidak ada kegiatan,” tegas dia.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…