Kamis, 16 Juli 2009 16:14 WIB Ekonomi Share :

Semester I/2009, 2.957 lembar Upal beredar di Jateng

Semarang (Espos)–Selama kurun waktu Januari-Juni 2009, peredaran uang palsu (Upal) di Jawa Tengah tercatat mencapai 2.957 lembar dengan total senilai Rp 199,535 juta.

Pecahan Rp 100.000 terbitan tahun 2004 paling banyak dipalsukan sebanyak 1.384 lembar senilai Rp 138.40 juta.

Menurut Kasir Madia Kantor Bank Indonesia (KBI) Semarang, Asnawi Hasan peradaran Upal paling tinggi terjadi pada bulan Februari sebanyak 695 lembar senilai Rp 46,515 juta.

“Peredaran Upal sempat turun pada bulan Maret, menjadi sebanyak 367 lembar, namun pada April naik lagi menjadi 563 lembar,” katanya kepada wartawan di Semarang, Kamis (16/7).

Peningkatan peredaran Upal tersebut diperkirakan terkait adanya kampanye Pemilu legislatif pada April 2009, karena bulan Mei turun menjadi 482 lembar, dan pada Juni turun lagi menjadi 395 lembar.

“Memang ada kecenderungan pada awal masa sekolah dan masa kampanye peredaran Upal meningkat,” kata Asnawi.

Namun, lanjut ia, peredaran Upal di Jateng tahun 2009 diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2008 yang mencapai 6.963 lembar senilai Rp 407,600 juta.

“Penurunan ini karena BI gencar melakukan sosialisasi cara membedakan uang asli dan palsu sehingga masyarakat bisa mengetahui,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga sudah berani melaporkan temuan Upal kepada aparat kepolisian, karena sudah tidak lagi dipersulit seperti sebelumnya.

Sementara berdasarkan data KBI Semarang, pecahan Rp 100.000 terbitan tahun 2004 paling banyak dipalsukan yakni mencapai 1.384 lembar senilai Rp 138,40 juta.
Kemudian pecahan uang Rp 50.000 terbitan tahun 2005 sebanyak 948 lembar senilai Rp 47.40 juta, pecahan Rp 20.000 terbitan tahun 2004 sebanyak 262 lembar senilai Rp 5,24 juta.

oto

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…