Kamis, 16 Juli 2009 10:32 WIB Internasional Share :

Pengguna Facebook sentuh 250 juta

San Francisco–Facebook, yang sudah menjadi jaringan sosial terbesar di dunia, Rabu (16/7), mengumumkan bahwa jaringan tersebut kini memiliki 250 juta pengguna aktif, naik 50 juta dalam waktu sekitar tiga bulan.

“Sebanyak 250 juta dari anda berada pada Facebook hari ini adalah apa yang memberi Facebook kehidupan dan membuat laman ini berarti bagi setiap orang untuk menggunakannya,” tulis Mark Zuckerberg, pendiri bersama dan kepala pejabat pelaksana Facebook, di dalam satu blog.

Awal April, Zuckerberg mengatakan Facebook mencapai 200 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Jaringan itu hanya memiliki 150 juta pengguna pada Januari.

“Langkah cepat pertumbuhan kami sederhana dan menggairahkan bagi kami, dan itu menegaskan bahwa orang di mana-mana menyadari kekuatan untuk tetap terhubung dengan apa saja yang mereka peduli di Facebook,” kata Zuckerberg dalam pernyataan di blognya.

“Bagi kami, perkembangan jadi 250 juta pengguna bukan hanya jumlah yang mengesankan, itu adalah tanda mengenai berapa banyak hubungan pribadi yang dapat anda semua buat, dan seberapa jauh kami di Facebook harus pergi untuk memperluas kekuatan hubungan dengan miliaran orang di seluruh dunia,” katanya.

Facebook, yang didirikan pada Februari 2004, kini menjadi perusahaan swasta dan bermarkas di Palo Alto, California.

Pertengahan Juli, tersiar laporan bahwa Digital Sky Technologies, perusahaan penanam modal Rusia, setuju membayar 14,77 dolar AS untuk satu saham bagi saham bersama Facebook, sehingga jaringan laman sosial tersebut bernilai sebesar 6,5 miliar dolar AS.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…