Kamis, 16 Juli 2009 11:24 WIB News Share :

Bawaslu
Tak ada kampanye terselubung di telekonference SBY

Jakarta–Berdasarkan laporan petugas Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang diundang dalam telekonference Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan gubernur seluruh Indonesia. Bawaslu menilai tidak ada bukti adanya kampanye terselubung.

Bawaslu akan menggelar pleno siang ini untuk mengambil keputusan final terkait masalah ini.

“Keterangan dari semua panwas kami yang diundang, tidak ada kampanye terselubung di situ . Kami akan bahas bukti-bukti itu untuk mengambil kesimpulan dalam pleno hari ini,” ujar anggota Bawaslu Wirdyaningsih.

Hal itu disampaikan Wirdyaningsih saat berbincang dengan wartawan di ruangan kerjanya, Gedung Bawaslu, Jl MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/7)

Keterangan dari Menteri Dalam Negeri, Mardianto, juga meringankan SBY. Wirdyaningsih menjelaskan bahwa Mendagri mengklarifikasikan posisi SBY sebagai
kepala negara pada saat telekonference digelar, bukan sebagai capres.

“Hasil klarifikasi Beliau menjelaskan bahwa Presiden adalah kepala pemerintahan sehingga bertanggungjawab terhadap kelancaran Pemilu ini. Sebenarnya itu rapat kerja namun karena waktunya mendesak sehingga lewat telekonference,” ujar Wirdyaningsih, mengutip perkataan Mendagri.

Mengenai kehadiran sejumlah anggota Panwas dalam telekonference tersebut, menurut Wirdyaningsih, hal ini tidak lebih dari sekedar peran dalam mengawal Pilpres.

“Kalau tidak diundang tentu tidak datang, dari Yogyakarta, Jateng, Jatim, Papua dan mana lagi saya lupa. Dalam fungsi pengawasan dan pelaksanaan Pilpres,”kata Wirdyaningsih.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…