Rabu, 15 Juli 2009 17:20 WIB Boyolali Share :

SMPN 1 Ngemplak minta Pemdes buat tembok pemisah dengan sub terminal

Boyolali (Espos)–Pihak pengelola SMP Negeri 1 Ngemplak meminta panitia pembangunan Sub Terminal Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, membangun tembok pemisah antara kompleks sekolah dengan terminal yang terletak persis di belakang sekolah.

Kepala Sekolah SMPN 1, Sumanto, mengatakan pembangunan tembok pemisah bertujuan menghindari kebisingan akibat suara kendaraan ketika diadakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Kami khawatir akan timbul kebisingan dan mengganggu pembelajaran, jika tidak ada tembok pemisah,” katanya, baru-baru ini.

Selain meminta membangun tembok pemisah, Sumanto meminta panitia membangun drainase agar air dari terminal tidak menggenangi kompleks sekolah, mengingat letak sekolah lebih rendah dari lokasi tanah yang akan dibangun terminal.

Terpisah, Kades Ngesrep, Suharna, mengatakan sebaiknya lokasi SMP 1 dipindah dari lokasi awal. Pasalnya, ke depan di sekitar lokasi sekolah akan menjadi simpul keramaian.

Selain akan dibangun Sub Terminal Ngesrep, tak jauh dari lokasi sama akan dibangun jalan tol Solo-Mantingan, depot bahan bakar minyak (BBM) milik Bandara Adisoemarmo dan jalan penghubung dari bandara menuju tol.

“Sudah dapat dibayangkan, titik tersebut pasti akan berubah menjadi sangat ramai,” katanya.

Jadi, kata ia, sebaiknya lokasi sekolah dipindah agar transfer ilmu pengetahuan tetap dapat berjalan normal tanpa gangguan. Meski demikian, seluruh kebijakan ada di tangan Pemkab Boyolali.

dwa

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…