Rabu, 15 Juli 2009 12:19 WIB Hukum Share :

Polisi bongkar pabrik uang palsu

Bandung–Kepolisian Bandung Tengah membongkar rumah produksi uang palsu yang terletak di Jalan Tatasurya No 51 Margahayu Raya, Kota Bandung, Rabu (15/7).

Kapolresta Bandung Tengah AKBP I Wayan Supartha didampingi Kapolsekta Sumur Bandung AKP Irfan Nugraha mengungkapkan, berdasarkan informasi dari masyarakat ada transaksi peredaran uang palsu di Tegalega Kota Bandung.

“Dari situlah kami menelusuri peredaran uang palsu dan menangkap satu orang tersangka berinisial Ga,” ungkapnya.

Pihak kepolisian kemudian melakukan penggeledahan di rumah tersangka yang berada di jalan Tatasurya No 51 Margahayu Raya, Kota Bandung, yang juga rumah kontrakan Ga.

Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan 2000 lembar uang rupiah pecahan seratus ribuan dan 950 lembar uang dolar palsu pecahan USD 100 yang diproduksi sejak pertengahan bulan Maret 2009 sampai dengan April 2009.

Selain itu, di rumah tersebut juga ditemukan barang-barang pembuat uang palsu tersebut seperti, mesin cetak, mesin repro, mesin potong dan beberapa jerigen cairan kimia untuk pembuatan uang palsu.

Hingga saat ini, semua barang bukti itu disita di Polsek Sumur Bandung, dan tiga tersangka berinisial Ga, Ab, Ge ditahan.

Sementara itu, dalam peredaran uang palsu ini dua orang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi, masing-masing De dan Fe.

Mereka diduga melanggar pasal 244 junto 245 KUHPidana mengenai peredaran uang palsu.

“Ancaman bagi tersangka adalah 15 tahun penjara,” ungkap Irfan.

ant/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…