Rabu, 15 Juli 2009 16:15 WIB Hukum Share :

Pembunuh mahasiswi UNS divonis 14 tahun penjara

Solo (Espos)–Terdakwa kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Yuwono Aji Prakoso, 19, divonis 14 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Solo, Rabu (15/7).

Vonis tersebut lima tahun lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntut Yuwono dengan 19 tahun penjara.
Majelis hakim yang dipimpin oleh Yuhanis SH menilai Yuwono terbukti melakukan pembunuhan terhadap Sri Partini, mahasiswi D3 Sastra Inggris UNS di Hotel Wismantara, Banjarsari, Maret lalu.

“Terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan yang disertai tindak pidana lainnya dan dijatuhi hukuman 14 tahun penjara,” kata Yuhanis di persidangan.

Atas vonis tersebut, Yuwono dan tim penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir. Sedangkan jaksa penuntut umum (JPU) Budi Sulistiyono juga menyatakan pikir-pikir.

Dalam putusannya, majelis hakim menilai, terdakwa terbukti melanggar Pasal 339 KUHP tentang Pembunuhan sesuai dakwaan kesatu primer dari JPU. Persidangan kasus tersebut mendapatkan perhatian dari pihak keluarga korban Sri Partini dan teman korban.

Majelis hakim menilai semua unsur yang ada dalam Pasal 339 KUHP yaitu unsur menghilangkan nyawa orang lain, unsur dengan sengaja dan unsur disertai tindak pidana lainnya, semuanya terbukti.

“Terdakwa mencekik korban dan menutup wajahnya dengan bantal. Setelah korban lemas, terdakwa memasukkan korban ke dalam bak mandi yang berisi air, sehingga unsur dengan sengaja terbukti,” ungkap Yuhanis.

Dia menjelaskan, pembunuhan tersebut juga disertai tindak pidana lainnya karena setelah menghabisi nyawa korban, terdakwa mengambil dompet, handphone (HP), anting-anting dan sepeda motor korban.

Dalam pertimbangannya, terdapat beberapa hal yang memberatkan yaitu terdakwa telah menghilangkan nyawa orang dan memiliki calon isteri yang telah hamil.

“Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa menyesali perbuatannya. Tidak ditemukan adanya alasan pemaaf,” papar Yuhanis.

Seusai majelis hakim membacakan putusannya, Yuwono langsung menyatakan pikir-pikir.

dni

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…