Rabu, 15 Juli 2009 17:23 WIB Ekonomi Share :

Pasar domestik batik Solo lebih tinggi dibanding pasar ekspor

Solo (Espos)–Potensi pasar produk batik Kota Solo hingga kini diakui cukup tinggi. Meski realisasi volume dan nilai ekspor komoditas batik di Solo pada semester pertama tahun 2009 ini masih sangat fluktuatif, kalangan pengusaha dan pengrajin batik optimistis produknya tetap laku di pasar domestik.

Menurut keterangan Supervisor Danar Hadi Wuryaningratan, Dewi Laksmi, hingga saat ini pasar domestik tetap mendominasi penjualan batik yang diproduksi di Kota Solo.

“Hingga saat ini, pembeli lokal atau yang berasal dari dalam negeri jumlahnya masih jauh lebih besar bila dibandingkan dengan jumlah pembeli yang berasal dari luar negeri. Hal itu terlihat juga pada musim liburan kemarin di mana pembeli rata-rata merupakan pembeli lokal. Dan ke depan kami optimistis potensi pasar domestik tersebut cukup tinggi,” ujar Dewi ketika ditemui wartawan di Toko Danar Hadi Wiryoningratan Solo, Rabu (15/7).

Hal senada dikemukakan Ketua Paguyuban Kampoeng Batik Laweyan, Alpha Febela Priyatmono. Menurut Alpha, pasar lokal atau domestik menjadi bidikan setelah sebagian pasar luar negeri belum sepenuhnya pulih dari krisis ekonomi global.

“Sejauh ini pasar batik domestik memang lebih ramai dan menjanjikan. Kami selaku pengusaha batik melihat peluang saja. Kalau pasar luar negeri ramai pastinya kami bisa melakukan ekspor, sementara kalau pasar domestik juga ramai kami main di pasar lokal,” terang Alpha.

sry

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…