Rabu, 15 Juli 2009 16:17 WIB News Share :

Mabes Polri sesalkan tindakan Polwiltabes Semarang soal Syekh Puji

Jakarta–Penjemputan paksa Syekh Puji ke Mapolwiltabes Semarang disesali Mabes Polri. Polri sudah menghubungi Profesi dan Pengamanan (Propam) Jateng atas tindakan aparat Polwiltabes Semarang itu.

“Saya sudah lihat di TV, kok seperti itu. Saya sudah telepon ke Propam Jateng coba selidiki sebelum tim kita turun, ada apa itu,” ujar Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Oegroseno di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (15/7).

Oegroseno meminta Polwiltabes Semarang tidak bertindak kasar dalam menjemput tersangka seperti yang terjadi pada Syekh Puji.

“Zaman sekarang sudah tidak ada seperti itu. Kalau lihat di TV saya nyesal tidak usah seperti itu, harus lebih profesional-lah,” kata Oegroseno.

Penjemputan Syekh Puji berlangsung ricuh. Penjemputan paksa berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Semarang, Jawa Tengah, Selasa (14/7) malam.

Syekh Puji ditahan kembali karena beberapa kali mangkir dari kewajibannya melapor ke polisi sebagai tersangka kasus menikahi anak di bawah umur.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…