Rabu, 15 Juli 2009 16:27 WIB Karanganyar Share :

IPAL DSSA belum sempurna, BLH beri tenggat waktu sepekan

Karanganyar (Espos)--Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Karanganyar memberi tenggat waktu sepekan kepada PT Dunia Setia Sandang Asli (DSSA), Palur, Jaten, untuk memperbaiki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), terhitung sejak pekan ini.

Sebulan lalu tim dari BLH melakukan sidak ke PT DSSA. Hasil sidak, dikemukakan Kepala BLH Karanganyar, Drs Sandimin MM, air limbah perusahaan dari PT DSSA diduga mencemari lingkungan. Dari pantauan di lapangan Rabu (15/7), air limbah yang dihasilkan masih sama dengan sebulan sebelumnya. Kelemahan PT DSSA adalah masih keruhnya limbah cair dan mekanisme pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Kendati tidak beracun, tetapi cukup berbahaya karena mencemari lingkungan. Peringatan pernah diberikan BLH namun belum diindahkan oleh PT DSSA untuk segera menyempurnakan sistem IPAL.

“Terbukti saat kami mengambil sampel air, warnanya keruh, berbuih serta baunya yang menyengat tak sedap,” tutur Sandimin kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu.

Terakhir, lanjutnya, PT DSSA memakai chemical dari Multimex yang harganya lebih miring, tetapi zat warna cukup tinggi dan berakibat limbahnya keruh.

Didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian, Eko Budi Haryanto SH MHum, Sandimin menyampaikan, limbah pabrik yang memproduksi tekstil ini disinyalir mencemari lingkungan.

“Indikasinya, limbah yang dihasilkan dalam proses produksi tersebut ternyata berwarna, berbau dan berbuih,” tambah Eko.

haw

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…