Rabu, 15 Juli 2009 10:43 WIB News Share :

Depkes
122 Penderita positif flu babi

Jakarta–Penyebaran virus H1N1 (flu babi) sangat cepat. Dari 112 orang, per 14 Juli 2009 sudah menjadi 122 penderita positif flu babi. Menteri Kesehatan mensinyalir virus ini terus berdatangan dari luar negeri.

“Sekarang 122 penderita positif flu babi di Indonesia, kontingen paduan suara Indonesia yang dikirim ke Korea yang positif flu babi jadi 40, tapi sebagian sudah sembuh dan dipulangkan,” ujar Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, saat berbincang dengan wartawan di rumahnya, Jl Denpasar No 14, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/7).

Menurut Siti, penyebaran virus flu babi berasal dari luar negeri, terutama kunjungan wisatawan mancanegara ke tanah air. Siti mengaku tidak mempunyai wewenang untuk melarang kedatangan pelancong asing yang membawa flu babi ini pun melarang WNI yang bepergian ke luar negeri.

“Sebagian besar terbawa dari luar negeri. Ini serangan dari luar tapi kita kan tidak bisa menghambat orang yang masuk ke Indonesia,” keluh Siti.

Siti kemudian mencontohkan beberapa kunjungan terakhir yang berimbas warga Indonesia tertular flu babi. Anak-anak tak berdosa pun harus meninggalkan orang tuanya selamanya.

“Ada bule dari Perancis dan Belanda, kemarin main-main ke Maumere, NTT. Saya saja belum pernah ke sana, tahu-tahu ada penderita flu babi. Anak-anak yang meninggal di Padang itu negatif, yang meninggal di Bali juga negatif H1N1,” beber Siti.

Meskipun demikian, Siti berharap merebaknya flu babi tidak perlu dibesar-besarkan. Menurutnya jumlah itu jauh lebih sedikit ketimbang penderita di negara tetangga.

“Penderita di Indonesia sebetulnya tidak banyak jika dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia,” ujar Siti.

Siti menghimbau seluruh warga Indonesia untuk berjaga-jaga supaya tidak terkena virus flu babi. Salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat.

“Makan makanan bergizi, vitamin setiap hari, rajin berolahraga, dan jangan merokok karena dapat melemahkan pertahanan tubuh,” tegasnya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…