Selasa, 14 Juli 2009 16:57 WIB Pendidikan Share :

Terkait larangan buku terbitan PSB-PS UMS, MUI-UMS bentuk tim khusus

Solo (Espos)–Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solo membentuk tim khusus untuk menyempurnakan buku Pendidikan Perdamaian Berbasis Islam yang dinilai bertentangan dengan norma agama.

Rektor UMS, Prof Dr Bambang Setiaji MS mengatakan pihaknya sudah memfasilitasi sebuah forum yang mempertemukan pihak penyusun buku dengan pihak MUI Solo pada Sabtu (11/7).

Forum itu menyepakati bahwa buku Pendidikan Perdamaian Berbasis Islam untuk sementara diberhentikan peredarannya. Selain itu, forum itu juga menyepakati terbentuknya tim khusus yang terdiri atas gabungan pihak penyusun buku dan MUI Solo.

Menurutnya, tim yang terdiri atas 5-6 orang itu bertugas menyempurnakan buku. Forum menilai perdamaian berbasis Islam perlu dijawab karena penting bagi pencitraan agama Islam di mata umum.
“Selama ini agama Islam dicitrakan sebagai agama yang keras, agama yang tidak bisa hidup berdampingan dengan agama lain, dan lain-lain. Hal itulah yang membuat buku Pendidikan Perdamaian Berbasis Islam tetap perlu disusun,” tutur Bambang saat ditemui Espos di sela-sela kesibukannya, Sabtu (14/7).

Menurut Bambang, materi tentang Tauhid dalam buku itu tetap dibahas. Akan tetapi, pada bagian yang dianggap mengandung unsur paham panteisme yang menerangkan bahwa Tuhan termanifestasi dalam bentuk benda yang menjadi perdebatan tidak dibahas. Di samping itu, buku itu juga akan menggunakan metodelogi yang berbeda dengan sebelumnya.

m82

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…