Selasa, 14 Juli 2009 17:19 WIB News Share :

Suami punya WIL, warga Grobogan coba bunuh diri

Grobogan (Espos)–Hati perempuan mana yang tidak sakit hati, ketika suami yang dicintainya ternyata punya wanita idaman lain (WIL) di tempat bekerjanya. Itulah yang dialami Lieswati, warga Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan.

Bahkan karena tak kuat menahan sakit yang mendera hatinya, perempuan berusia 33 tahun ini, Selasa (14/7) sekitar pukul 12.30 WIB, mencoba mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Lies dengan gelap mata menyambar pisau yang ada di dekatnya untuk memotong urat nadi tangan kirinya.

Beruntung, perbuatan penjahit pakaian wanita ini diketahui oleh para pekerjanya. Dengan sekuat tenaga, mereka akhirnya berhasil mencegah perbuatan ibu dari dua anak perempuan yang mulai beranjak dewasa tersebut.

Begitu berhasil dicegah, Lies pun hanya bisa menangis sambil terbaring pasrah di ruang tamu sekaligus tempat yang digunakannya untuk menerima jahitan dan memajang pakaian hasil karyanya.
Beberapa perempuan yang tak lain para pekerjanya dan tetangga sebelah rumah, menunggui dengan sabar sambil membujuk perempuan tersebut agar tidak mengulangi perbuatannya.

Menurut Ny Sugeng, isteri dari Kades Getasrejo, sebelum mencoba bunuh diri dengan memotong nadi, Lies sudah sempat mau bunuh diri dengan memegang kabel listrik yang mengelupas beraliran listrik, perbuatan itu juga diketahui warga.

Perbuatan gelap mata yang dilakukan Lies ini, menurut Ny Sugeng, diduga dipicu oleh perilaku suaminya bernama Sarbini. Laki-laki yang berusia sepuluh tahun lebih tua dari Lies ini, diduga berselingkuh dengan perempuan lain di tempat kerjanya di Jakarta.

Kecurigaan Lies atas kelakukan suaminya yang bekerja sebagai kontraktor di Jakarta itu sebenarnya sudah berlangsung lama. Karena Sarbini sudah lama tidak pulang menengok kedua anak gadisnya.

rif

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…