Selasa, 14 Juli 2009 16:25 WIB Pendidikan Share :

Pemerintah dorong pertumbuhan pendidikan inklusi

Solo (Espos)–Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mendorong pertumbuhan pendidikan inklusi bagi siswa berkebutuhan khusus. Hal itu untuk mengurangi bentuk diskriminasi dalam dunia pendidikan.

Hal itu diungkapkan Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Menengah (Mandikdasmen), Depdiknas, Dr Ekodjatmiko Sukarso, saat ditemui Espos di sela-sela acara workshop Peningkatan layanan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus yang digelar di Hotel Sahid Kusuma Solo, Selasa (14/7).

Dalam kesempatan itu, Ekodjatmiko mengatakan dunia pendidikan masih sarat dengan diskriminasi. Pasalnya, masih banyak penyandang cacat belum bisa mengakses pendidikan di sekolah umum. Bentuk diskriminasi itu terjadi pada saat pihak sekolah membuka penerimaan siswa baru (PSB).

Menurutnya, masih banyak pihak sekolah yang tidak menerima penyandang cacat sebagai peserta didik baru lantaran keterbatasan yang dimiliki siswa itu.
“Seorang anak yang tidak bisa diterima di sekolah tertentu lantaran anak yang bersangkutan diketahui buta warna adalah bentuk diskriminasi,” tutur Ekodjatmiko.

Ekodjatmiko menjelaskan, diskriminasi dalam dunia pendidikan itu bertentangan dengan tiga undang-undang sekaligus, yakni UU Penyandang Cacat, UU Perlindungan Anak, dan UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang ketiganya menyatakan bahwa semua anak harus bisa mengakses pendidikan dan tidak dibolehkannya diskriminasi.

m82

lowongan pekerjaan
SPG COUNTER BATIK & SALES COUNTER CAR RENTAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO¬†— Kementerian Riset Teknologi dan…