Selasa, 14 Juli 2009 11:27 WIB News Share :

Media cetak AS bangkrut karena muncul versi internet

Jakarta–Bangkrutnya media cetak di Amerika Serikat dinilai turut disebabkan oleh versi online alias versi Internetnya sendiri, padahal awalnya versi Internet dibangun untuk mendukung versi cetak.

“Contohnya, Boston Globe yang termakan Boston Globe Online,” ujar Ketua Harian Serikat Penerbit Suratkabar Ridho Eisy saat membuka Seminar Media Industry Review 2009 di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (14/7).

Padahal, tadinya versi Internet diluncurkan untuk menunjang media cetak.

“Tapi senjata malah makan tuan,” kata Ridho.

Agar tak terjebak dalam masalah yang sama, media cetak Indonesia diminta belajar dari kasus kebangkrutan media cetak di AS.

Pemimpin Perusahaan Kompas Lukas Widjaja berpendapat, untuk mengakali hal itu bisa mencontoh strategi yang dilakukan media cetak di Eropa.
“Online dipakai mendukung versi cetak dengan mengkolaborasikan keduanya,” tutur dia.

Misalnya, mencantumkan kode di suratkabar yang bisa digunakan pembaca untuk mengakses informasi tambahan di Internet. Total jumlah pembaca suratkabar bakal menjadi makin besar karena ditambah pengakses versi Internetnya.

Jumlah pembaca yang besar ini akan lebih menarik bagi para pengiklan. Dengan begitu, media cetak bisa mempertahankan atau menaikkan pendapatan iklannya sehingga dapat mengkompensasikan penurunan pendapatan dari sirkulasi.

Tempointeraktif/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL DAN ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Meme, Tiang Listrik, dan Humor Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (21/11/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, esais yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gtmail.com. Solopos.com, SOLO–Setelah foto dirinya terbaring sakit dengan berbagai peralatan medis menempel di tubuhnya beberapa waktu lalu…