Selasa, 14 Juli 2009 18:05 WIB Boyolali Share :

Elevasi Waduk Cengklik semakin menyusut

Boyolali (Espos)–Penyusutan elevasi air di Waduk Cengklik Kecamatan Ngemplak, semakin bertambah. Saat ini elevasi di waduk warisan Pemerintah Kolonial Belanda itu menyusut menjadi 142,24 meter dari atas permukaan laut (mdpl) dengan volume air 8.209.990 meter kubik, dari sebelumnya 142,39 mdpl dengan volume air 8.610.250 meter kubik atau menurun sekitar 40 sentimeter.

Kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan, sebab ketersediaan air untuk memasok kebutuhan petani pada musim tanam (MT III) dari 17 desa di tiga kecamatan hanya mampu hingga tiga bulan ke depan. Sebagai langkah penghematan, petugas penjaga pintu hanya mengalirkan air sesuai kebutuhan petani.

Petugas penjaga pintu air, Sutarmo, mengatakan kebutuhan air untuk aktivitas pertanian pada MT III ini cenderung meningkat, sebab hampir seluruh petani dari tiga kecamatan yakni Sambi, Nogosari dan Ngemplak serentak memulai penanaman padi.
Untuk memenuhi kebutuhan dan agar dapat menjangkau titik terjauh, saat ini pihaknya membuka pintu air kanan dan kiri. Di pintu kanan air dialirkan sebesar 347 liter/detik, sedangkan di pintu kiri sebesar 118 liter/detik.

“Pengaliran air itu sesuai dengan kebutuhan dan luas lahan tanam pada MT III ini,” ucap Sutarmo, Selasa (14/7).

Ditambahkan, pengaliran air sebesar 347 liter/detik juga agar mampu menjangkau titik terjauh sejauh kurang lebih lima kilometer (km). Tujuan lain menghindari terjadi krisis air bagi petani.
Sutarmo menyebutkan, setiap hari air dari waduk seluas 306 hektare (ha) itu mengalami penyusutan sekitar 2 sentimeter. Hal ini terjadi setelah hampir satu bulan terakhir hujan tidak turun. Menurutnya, hujan terakhir turun dengan curah hujan 6 milimeter terjadi tanggal 13 Juni lalu.

Situasi diperparah suplai dari Kali Butak yang mengalir dari Kecamatan Sambi tidak maksimal mengalir ke waduk, setelah dimanfaatkan petani di sepanjang aliran untuk mengairi areal pertanian.
Sutarmo mengatakan, agar tetap mampu memenuhi kebutuhan air bagi petani dari 17 desa yang tersebar di Kecamatan Sambi, Nogosari dan Ngemplak, pihaknya mengalirkan air sesuai permintaan Gabungan Perkumpulan Petani Pengelola Air (GP3A) Daerah Irigasi (DI) Cengklik.

dwa

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…