Senin, 13 Juli 2009 17:34 WIB Hukum Share :

Vonis 2 terdakwa kasus dugaan korupsi APBD 2003 ditunda

Solo (Espos)–Pembacaan vonis kasus dugaan korupsi APBD 2003 dengan terdakwa dua mantan anggota DPRD Solo periode 1999-2004, Heru S Notonegoro dan Hasan Mulachella di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Senin (13/7) ditunda.

Penundaan tersebut terjadi karena adanya pergantian anggota majelis hakim. Persidangan kasus tersebut sempat dimulai beberapa menit.

Di depan persidangan majelis hakim yang dipimpin Fakih Yuwono SH mengatakan, ada pergantian majelis hakim yaitu Gandjar Susilo SH digantikan Suradi SH.

“Anggota yang baru ini perlu mempelajari terlebih dahulu berkasnya. Jadi perlu waktu untuk itu,” ungkap Fakih di persidangan.

Dia menegaskan, penundaan tersebut dilakukan untuk memberi kesempatan kepada anggota majelis hakim yang baru untuk mempelajari berkas kasus tersebut.

Sementara itu, Humas PN Solo M Najib Soleh menjelaskan, pergantian anggota majelis hakim tersebut dilakukan karena Gandjar Susilo dipindahtugaskan di Bulukumba.

“Pak Gandjar pindah sebagai Wakil Ketua PN Bulukumba dan posisinya digantikan oleh Suradi. Sebelum mengambil putusan, akan dipelajari dulu,” ungkap dia.

Persidangan kasus tersebut akhirnya ditunda Selasa (21/7) pekan depan dengan agenda pembacaan vonis.
Koordinator penasihat hukum terdakwa, Liek A Palali SH mengatakan, karena ada pergantian anggota majelis hakim maka memang akhirnya ada penundaan.

dni

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…